Cek Rekomendasi Saham Analis, JSMR, BRIS, BDMN, TKIM, dan MEDC
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini berpotensi terkoreksi, dengan diperkirakan bergerak di range 7.310-7.337. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, antara lain Jasa Marga (JSMR), Bank Syariah Indonesia (BRIS), Bank Danamon Indonesia (BDMN), Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM), dan Medco Energi Internasional (MEDC).
“IHSG pada perdagangan Rabu, 27 Maret 2024, ditutup melemah 0,75% ke level 7.310. Pelemahan ini disebabkan pelaku pasar melakukan profit taking sambil mengamati perkembangan konflik bilateral AS-Tiongkok serta melemahnya harga komoditas unggulan seperti minyak, batu bara, dan emas,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Kamis (28/3/2024).
Baca Juga
Investor asing melakukan aksi net sell sebesar Rp 870 miliar kemarin. BEI mencatat, 5 saham paling banyak dijual yaitu ISAT, TLKM, BMRI, BBCA, dan BBRI.
Adapun sektor transportasi mencatatkan pelemahan indeks paling signifikan kemarin yaitu 2,48%, dengan saham GIAA anjlok 9,38%. GIAA ini merupakan saham anggota papan pengembangan yang berbobot paling besar, yang sejak Senin lalu berlaku transaksi dengan metode full auction. Dari 11 sektor yang ada, lanjut Cheril, tersisa sektor keuangan yang indeksnya berhasil menguat tipis sebesar 0,07%.
"Menjelang libur, selanjutnya pelaku pasar akan mencermati hasil rilis kinerja keuangan emiten periode tahun 2023," ucap analis Mega Capital Sekuritas ini.
Pasar Global Khawatirkan Konflik Dagang
Cheril memaparkan, bursa saham Eropa mencetak rekor dan bursa Asia tersungkur pada perdagangan Rabu (27/3/2024) waktu setempat. Anggota Dewan Eksekutif Bank Sentral Eropa (ECB) Piero Cipollone memberikan komentar dovish, yang menyatakan optimismenya terhadap target inflasi Eropa di level 2% akan tercapai pada pertengahan 2025, dengan mempertimbangkan pertumbuhan upah yang melambat.
"Pasar berasumsi ECB akan menurunkan suku bunga 2-3 kali di tahun 2024, seperti yang akan dilakukan Bank Sentral Amerika Serikat. Bursa saham Eropa merespons positif pernyataan ini, dengan indeks-indeks saham utama Eropa mendekati level tertinggi, bahkan indeks DAX Jerman mencetak level tertinggi baru," ucapnya.
Sebaliknya, bursa Asia justru kompak melemah kemarin. Pelaku pasar khawatir akan berlanjutnya konflik perang dagang antara AS dan Tiongkok, pascaberbagai lembaga survei menunjukkan dominansi suara terhadap Capres Donald Trump. Dalam kesempatan kampanyenya, Trump berencana akan kembali meningkatkan pajak secara signifikan terhadap produk-produk dari Tiongkok.
Sementara itu, Biro Statistik Nasional (NBS) merilis data laba industri manufaktur Tiongkok menunjukan kenaikan 10,2% yoy untuk periode Januari-Februari 2024. Meski data ini menunjukkan perkembangan positif dari perekonomian Tiongkok, lanjut dia, namun tidak berhasil membuat bursa saham Asia bergairah. Pasalnya, pelaku pasar menilai kenaikan signifikan ini terjadi karena penurunan kinerja di tahun lalu dan melihat tantangan yang besar krisis properti Tiongkok.
Baca Juga
Harga Emas Antam Cetak Rekor Jelang Lebaran, Dibandrol Rp 1,22 Juta per Gram

