Saham GOTO Jatuh Makin Dalam, Ternyata Gara-gara Informasi
JAKARTA, Investortrust.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali terjerembab hingga mencapai level penutupan terendah baru sepanjang masa pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (20/10/2023). Bahkan, sepanjang Oktober 2023 berjalan, penurunan saham ini telah mencapai 29,41%.
Berdasarkan data BEI, saham GOTO bergerak di zona merah sepanjang hari ini dalam kisaran Rp 58-62. Sedangkan pada penutupan saham GOTO anjlok sebanyak Rp 4 (6,25%) menjadi Rp 60.
Baca Juga
IHSG Jelang Akhir Pekan Naik Tipis, BKDP dan NICL Sukses ARA
Penurunan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham GOTO kian mengecil menjadi Rp 71,06 triliun. Penurunan tersebut menjadikan saham GOTO sebagai pemberat utama indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI sepanjang tahun ini dengan kontribusi pelemahan telah lebih dari 65 poin.
Penurunan harga saham GOTO tersebut terjadi setelah pendiri perusahaan teknologi ini menyatakan niat untuk melepaskan sebagian sahamnya dalam jangka menengah.
Sekretaris Perusahaan GOTO RA Koesoemohadiani melalui keterangan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/10/2023), mengatakan, ada rencana para pendiri untuk menjual sebagian saham seri A GOTO dalam jangka menengah.
Baca Juga
Pemegang saham Andre Soelistyo memiliki rencana untuk melakukan penjualan saham sampai dengan sejumlah 998,156 juta saham Seri A GOTO (sekitar 10% dari total kepemilikan sahamnya saat ini). Pelaksanaan bisa saja dilakukan dalam jangka waktu menengah.
Begitu juga dengan William Tanuwijaya memiliki rencana untuk menjual sejumlah 3,09 miliar saham seri A GOTO (sekitar 15% dari total kepemilikan sahamnya saat ini) dalam jangka waktu menengah.
Baca Juga
Produk Mie Kering PT FKS Food Sejahtera (AISA) Bakal Tembus Pasar Spanyol
“Sedangkan Kevin Aluwi saat ini sudah tidak lagi menjabat sebagai karyawan, pejabat, direktur ataupun komisaris perseroan. Sejak tidak lagi memegang posisi-posisi tersebut di perseroan, Kevin sudah melakukan penjualan saham dalam rangka diversifikasi dan menyeimbangkan kembali portofolio pribadinya. Beliau berencana untuk terus melakukan penjualan atas bagian dari saham Seri A yang dimilikinya di perseroan,” terangnya.
