Harga Batu Bara Coking Naik, Target Harga dan Kinerja Adaro Minerals (ADMR) Direvisi
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) direvisi naik, seiring dengan prospek penjualan batu bara metalurgi (metallurgical coal) lebih kuat dalam beberapa tahun mendatang. Tren penguatan telah terlihat dari kenaikan rata-rata harga jual dalam beberapa bulan terakhir.
Analis Ciptadana Sekurtias Thomas Radityo mengatakan, penguatan harga batu bara metalurgi diproyeksikan berlanjut dalam jangka pendek dan menengah akibat pengetatan suplai dari Australia bersamaan dengan peningkatan permintaan dari industry baja India.
Baca Juga
Aksi Terbaru Adaro Minerals (ADMR), Suntik Modal Perusahaan Ini Rp 376 Miliar
Berdasarkan data, harga batu bara metalurgi atau coking telah mencapai US$ 318 per ton sejak November tahun lalu. Harga tersebut berada di atas rata-rata dalam 10 tahun terakhir dalam kisaran US$ 133 per ton. Kenaikan tersebut terjadi setelah tambang batu bara BMA Peak Downs di Australia dihentikan sementara akibat adanya musibah.
“Namun yang menjadi pemicu lompatan harga batu bara coking dalam beberapa bulan terakhir ini adalah peningkatan industry baja India mengimbangki pertumban aktivitas konstruksi di negara tersebut,” terangnya dalam riset yang dikuti investortrust.id, Jumat (2/2/2024).
Penguatan harga batu bara coking juga didukung berlanjutnya ekspansi industry baja negara tersebut yang diharapkan memicu penguatan harga komoditas tersebut dalam jang panjang. Hal ini mendorong Ciptada Sekurtias merevisi naik target rata-rata harga jual batu bara coking tahun 2024-2025 menjadi US$ 250 per ton dan US$ 210 per ton, dibandingkan perkiraan semula US$ 210 per ton dan US$ 180 per ton.
Sedangkan penjualan aluminium diperkirakan cenderung stagnan dengan harga berpotensi turun akibat penurunan aktivitas sektor konstruksi di China. Sedangkan segmen otomotif berbasis kendaraan listrik diharapkan menjadi penyalamat konsumsi aliminium di negara Tirai Bambu tersebut.
Baca Juga
Lampaui Target, Produksi Batu Bara Capai 775 Juta Ton di 2023
Ciptadana Sekuritas juga merevisi naik target laba bersih ADMR tahun 2024 dari semula US$ 272 juta menjadi US$ 367 juta. Begitu juga dnegna perkiraan laba bersih perseroan tahun 2025 direvisi naik dari semula US$ 432 juta menjadi US$ 487 juta.
Hal ini mendorong Ciptadana Sekuritas merevisi naik target harga saham ADMR menjadi Rp 1.900 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target tersebut juga mempertimbangkan volume produksi perseroan stabil dengan cenderung naik.

