Meski Laba Turun, Sekuritas Ini Revisi Naik Target Saham Adaro Minerals (ADMR), Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – Keberhasilan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menekan biaya penambangan di tengah penurunan harga jual batubara menjadikan prospek keuangan tahun ini lebih baik, dibandingkan perkiraan semula.
Adaro Minerals mencetak kenaikan pendapatan usaha sebesar 6% menjadi US$ 463,6 juta pada semester I-2023, dibandingkan perolehan periode sama tahun lalu di US$ 435,65 juta. Sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 19% dari US$ 202 juta menjadi US$ 163,51 juta. Penurunan dipengaruhi atas peningkatan beban perseoran.
Baca Juga
Volume Penjualan Tumbuh, Pendapatan Adaro Minerals (ADMR) Naik Jadi US$ 463,6 Juta
Manajemen Adaro Minerals dalam publikaasi laporan keuangan menyebutkan bahwa peningaktan pendapatan tersebut sejalan dengan peningkatan volume penjualan batubara sebanyak 42% menjadi 1,82 juta ton. Penurunan tersebut dipicu atas pelemahan harga jual rata-rata (ASP) dan kenaikan biaya akibat peningkatan produksi dan nisbah kupas. Hal ini memicu penurunan laba inti sebanyak 19% menjadi U$ 168,4 juta.
Analis Indo Premier Sekuritas Erindra Krisnawan dan Reggie Parengkuan mengatakan, meskipun realisasi laba bersih perseoran turun, angka tersebut masih jauh lebih tinggi dari perkiraan Indo Premier Sekuritas dan konsensus analis.
Baca Juga
“Realisasi laba bersih tersebut setara dengan 58% dari target kami dan mencapai 56% dari perkiraan konsensus analis. Sedangkan pencapaian volume penjualan dan rata-rata harga jual sudah sesuai dengan harapan,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan, Kamis (24/8/2023).
Pencapaian kinerja keuangan dan operasional yang lebih baik, dibandingkan estimasi semula, mendorong Indo Presmier untuk merevisi naik target kinerja keuangan dan saham ADMR. Kenaikan target harga saham ADMR juga mempertimbangkan proyek aluminium.
Baca Juga
BEI Cabut Suspend Saham Emiten Prajogo Pangestu (CUAN), Begini Fundamentalnya
Indo Premier Sekuritas merevisi naik target laba bersih Adaro Mineral (ADMR) dari US$ 243 juta menjadi US$ 267 juta tahun ini. Begitu juga dengan perkiraan pendapatan perseroan direvisi naik dari US$ 1,01 miliar menjadi US$1,01 miliar.
Revisi naik target kinerja keuangan tersebut mendorong Indo Premiers untuk menaikkan target harga saham ADMR dari Rp 1.730 menjadi Rp 1.800. Saham ADMR juga dipertahankan dengan rekomendasi beli.

