Bagikan

Kenaikan Volume Produksi Lambungkan Kinerja Adaro Minerals (ADMR), Bagaimana dengan Sahamnya?

JAKARTA, investortrust.id –  PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) diproyeksikan mmapu mencatatkan volume produksi batu bara metalurgi sebanyak 6 juta ton tahun ini. Kenaikan diharapkan membuat volume penjualan lebih tinggi tahun ini, dibandingkan estimasi semula.

Analis Sinarmas Sekuritas Axel Leonardo mengatakan, potensi pencapaian tersebut terlihat dari keberhasilan perseroan mencatatkan kenaikan volume produksi batu bara sepanjang semester I sebanyak 3 juta ton atau naik 17%. Potensi tersebut juga didukung berlanjutnya peningkatan kapasitas infrastruktur.

Baca Juga

Adaro Minerals (ADMR) Ungkapkan Lompatan Laba Semester I-2024, Segini Nilainya

“Jika kondisi ini bisa dipertahankan, terbuka peluang volume produksi perseroan mencapai 6 juta ton tahun ini. Angka tersebut setara dengan target tahun 2025. Dengan kenaikan volume produksi dan penjualan, perseroan diharapkan mampu untuk mencetakan kenaikan laba bersih kuat tahun ini,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, Adaro Minerals diprediksi bisa catatkan volume produksi sebanyak 6 juta ton tersebut didukung berlanjutnya penguatan infrastruktur, seperti jalan dan barge-loading conveyor kedua. Pembangunan tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas muat perseroan menjadi 3 ribu ton per jam.

Selain itu, dia mengatakan, Adaro Minerals (ADMR) diprediksi mampu untuk meningkatkan rasio penjualan terhadap volume menjadi sektiar 87% pada paruh kedua tahun ini. Namun angka tersebut diprediksi masih lebih rendah dari tahun 2022.

Sejumlah factor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ANTM dengan target harga Rp 1.800. Target harga tersebut mengimplikasikan perkiraan PE tahun ini sekitar 10,5 kali. 

Baca Juga

Usai Pengalihan Saham, Adaro Energy (ADRO) Kini Kuasai 83,84% Saham Adaro Minerals (ADMR)

Target harga tersebut juga mempertimbangkan peningkatan volume penjualan batu bara metalurgi perseroan tahun ini, meskipun harga jual diprediksi relative stagnan.

Sinarmas Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih ADMR menjadi US$ 467 juta tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu US$ 441 juta. Sedangkan pendapatan diharapkan naik dari US$ 1,08 miliar menjadi US$ 1,20 miliar. 

Hingga semester I-2024, ADMR telah mencetak kenaikan pendapatan sebanyak 31% menjadi US$ 607 juta. Sedangkan laba bersih melesat 52% menjadi US$ 249 juta. Kenaikan laba didukung peningkatan volume penjualan sebanyak 42% menjadi 2,6 juta ton.  Kenaikan tersebut mengkonvensasi penurunan rata-rata harga jual sebanyak 8% menjadi US$ 234,1 per ton.

Grafik Saham ADMR

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024