Volume Penjualan Tumbuh, Pendapatan Adaro Minerals (ADMR) Naik Jadi US$ 463,6 Juta
JAKARTA, investortrust.id – PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) berhasil mencetak kenaikan pendapatan usaha sebesar 6% menjadi US$ 463,6 juta pada semester I-2023, dibandingkan perolehan periode sama tahun lalu di US$ 435,65 juta.
Baca Juga
Jual 32,62 Juta Ton Batubara, Adaro Energy (ADRO) Raup Laba Inti US$ 1,02 Miliar
Manajemen Adaro Minerals dalam publikaasi laporan keuangan menyebutkan bahwa peningaktan pendapatan tersebut sejalan dengan peningkatan volume penjualan batubara sebanyak 42% menjadi 1,82 juta ton.
Perseroan juga mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan 42% menjadi US$ 210,25 juta, diabndingkan semester I-2022 hanya US$ 148,24 juta. Hal ini membuat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 19% dari US$ 202 juta menjadi US$ 163,51 juta. Laba per saham jadi US$ 0,0040 per 30 Juni 2023, dari US$ 0,0049 di periode sama tahun lalu.
Adaro Energy juga mengungkap bahwa EBITDA operasional turun 18% menjadi US$ 235,1 juta sampai akhir Juni 2023. Penurunan tersebut dipicu atas pelemahan harga jual rata-rata (ASP) dan kenaikan biaya akibat peningkatan produksi dan nisbah kupas. Hal ini memicu penurunan laba inti sebanyak 19% menjadi U$ 168,4 juta.
Baca Juga
Terkait harga jual batu bara perseroan, manajemen mencatatkan penurunan rata-rata harga jual mencapai 25% sepanjang semester I-2023, dibandingkan periode sama tahun lalu.
Presiden Direktur Adaro Minerals (ADMR) Christian Ariano Rachmat mengatakan, perseroan berhasil mencapai kinerja yang memuaskan di tengah tantangan makro yang signifikan. “Operasi batu bara metalurgi berjalan baik telah menempatkan perusahaan pada posisi yang baik untuk mencapai target volume tahunan. Kami terus mengembangkan pasar bagi batu bara metalurgi Indonesia, dan tanggapan dari para pelanggan membuat kami yakin akan prospek pertumbuhan,” jelasnya dalam keterangan resmi dikutip Selasa (22/8/2023).

