Saham Emiten Dato Sri Tahir Ini Mendadak Melesat, Bahkan Dua Saham Sampai Disuspensi
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mendadak menghentikan dua saham emiten yang dikendalikan Dato Sri Tahir. Penghentian tersebut sejalan dengan lompatan harga saham dua emiten miliknya.
Dato Sri Tahir melalui Mayapada Group bertindak sebagai pengendali saham PT Bank Mayapada Interansional Tbk (MAYA), PT Sejahteraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), PT Sona Topas Tbk (SONA), dan PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO).
Baca Juga
Terbang 471,66%, Saham Emiten Grup Mayapada (SRAJ) Ini Disuspensi Ketiga Kali
Suspensi pertama diberikan BEI kepada saham SRAJ sejak 20 Maret 2024, seiring lompatan harga sebanyak 471%. Saham perusahaan yang dikendalikan Dato Sri Tahir ini telah menguat year to date (ytd), saham SRAJ telah melambung dari Rp 300 menjadi Rp 1.715 atau naik 471,66%. Suspensi saham ini merupakan yang ketiga dalam tahun 2024 berjalan.
Dipilu lompatan harga, BEI juga menghentikan sementara perdagangan saham PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA). Berdasarkan data, dalam sepekan terakhir harga saham SONA telah melesat 144% dari harga Rp 695 per saham pada tanggal 22 Maret 2024.
Baca Juga
Saham Sona Topas (SONA) Jawara Pekan Ini, Kenaikannya Tak Kira-kira
Pengentian sementara perdagangan SONA dilakukan sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham tersebut. Lebih lanjut dikatakan, suspensi merupakan upaya cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor.
Adapun dua saham Mayapada Grup lainnya, yaitu MAYA dan MPRO, masih diperdagangan secara normal. Meski demikian harga kedua saham ini telah menunjukkan penguatan sepanjang Maret 2023 berjalan. Data BEI mengungkap saham MAYA telah melesat dari level Rp 222 pada akhir Februari 2023 menjadi Rp 368 pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

