Saham Emiten Dato Sri Tahir Ini Mendadak Bangkit, SRAJ dan MAYA Memimpin
JAKARTA, investortrust.id – Saham empat emiten yang tergabung dalam grup Mayapada dan dikendalikan Dato Sri Tahir ini mencatatkan lompatan harga dalam beberapa hari terakhir ini. Bahkan, salah satu sahamnya telah melesat lebih dari 300% hingga akhirnya disuspensi Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga dua kali.
Empat saham tersebut adalah PT Bank Mayapada Interansional Tbk (MAYA), PT Sejahteraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), PT Sona Topas Tbk (SONA), dan PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO).
Baca Juga
Berdasarkan data perdagangan saham sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (8/3/2024), penguatan tertinggi dicatatkan saham MAYA mencapai Rp 42 (18,26%) menjadi Rp 272. Sedangkan terhitung sejak akhir 2023, saham MAYA telah melesat 6,66% dari Rp 255 menjadi Rp 272.
Penguatan tertinggi kedua saham grup Mayapada hari ini dicatatkan saham SRAJ. Saham rumah sakit Mayapada ini melesat Rp 80 (7,24%) menjadi Rp 1.185. Bahkan, penguatan saham SRAJ year to date (ytd) telah mencapai 295% dari Rp 300 menjadi Rp 1.185 dan saham ini telah dikenai suspensi saham sebanyak dua kali tahun ini.
Tak kalah agresifnya saham SONA, saham emiten yang bergerak di bidang perjalanan bisnis pariwisata ini menguat Rp 20 (2,26%) menjadi Rp 720, bahkan harganya sempat menyentuh level Rp 765. Sedangkan ytd, saham ini masih turun dari level Rp 1.020 menjadi Rp 760.
Baca Juga
Mayapada Hospital (SRAJ) Tawarkan Layanan Bedah Estetik Berstandar Internasional
Sedangkan terakhir saham MPRO menguatan Rp 35 (1,95%) menjadi Rp 1.830, meski catatkan kenaikan, saham emiten properti ini masih membukukan penurunan harga selama ytd. Saham ini masih turun dari level penutupan akhir 2023 Rp 2.100 menjadi Rp 1.830.
Dato Sri Tahir tercatat sebagai pengendali saham MAYA dengan kepemilikan 19,34% dan Jonathan Thir menguasai 5,79% saham MAYA. Keluarga Tahir melalui PT Surya Cipta Inti juga mengendalikan 59,99% saham SRAJ. Selain itu Dato Sri Tahir dan Jonathan Tahir memiliki saham secara langsung di SRAJ.
Sedangkan pada saham SONA, Tahir menggenggam langsung 15,7% saham agen pariwisata ini. Sedangkan pada saham MPRO Dato Sri Tahir dan Jonathan Tahir bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan masing-masing 21,247% dan 34,221% saham MPRO.

