BCA (BBCA) Torehkan Rekor Harga Rp 10.025, Bagaimana Target Selanjutnya?
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akhirnya menembus rekor baru dengan harga penutupan Rp 10.025. Harga tersebut menjadi rekor tertinggi baru (all time high/ATH) bagi bank swasta terbesar ini.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/2/2024), saham BBCA ditutup menguat Rp 150 (1,52%) menuju level tertinggi baru sepanjang masa Rp 10.025. Lompatan tersebut juga berimbas terhadap lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI sebanyak 55 poin sepanjang hari ini.
Baca Juga
Penguatan harga saham tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham BBCA melesat menjadi Rp 1.235,83 triliun atau memperkokoh posisinya sebagai emiten dengan market cap terbesar di BEI.
Meski harga mencapai level tertinggi baru,Trimegah Sekuritas dalam riset terakhirnya masih mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 11.000. Target tersebut mempertimbangkan ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan tahun 2024.
“Kami memperkirakan BBCA dapat mempertahankan tren pertumbuhan keuntungan tetap kuat didukung biaya dana yang rendah mencapai 1,1% tahun lalu dan LDR mencapai 74,4% atau di bawah rata-rata sebelum Covid-19 mencapai 83,8%,” tulis analis Trimegah Sekuritas Adi Prabowo dalam riset belum lama ini.
Baca Juga
Terkait pertumbuhan kredit, dia mengatakan, korporasi masih menjadi mesin pertumbuhan tahun ini dengan perkiraan sebanyak 15%. Kredit korporasi tetap akan menjadi target terpenting bagi perseroan, apalagi setelah mulai memasuki segmen pertambangan dan smelter yang miliki tenor pinjaman panjang dengan tingkat bunga lebih tinggi.
Pertumbuhan kredit juga akan datang dari segmen usaha kecil dan menengah. Sebagaimana diketahui tingkat pertumbuhan kredit ini telah mencapai 15,5% tahun lalu atau lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan industry 8,4%. Begitu juga dengan kredit consumer, kepemilikan rumah, dan kredit pembelian kendaraan tetap solid tahun ini.

