Saham Indosat (ISAT) Cetak Rekor, Bagaimana Target Selanjutnya?
JAKRTA, investortrust.id – Saham PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) ditutup melesat ke level tertinggi baru sepanjang masa Rp 10.550 pada penutupan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (22/2/2024).
Data BEI menyebutkan, saham ISAT menguat Rp 675 (6,84%) menjadi Rp 10.550. Saham operator telekomunikasi terbesar kedua ini bergerak dalam rentang Rp 9.875-10.675. Penguatan ISAT mengungguli saham EXCL dan TLKM sepanjang hari ini.
Baca Juga
Sekuritas Ini Sebut Kinerja Indosat (ISAT) Lampaui Target, Bagaimana Sahamnya?
Lalu, bagaimana prospek saham ISAT? BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terakhir yang diterbitkan belum lama ini mempertahankan rekomendasi beli saham ISAT dengan target harga direvisi naik dari Rp 11.000 menjadi Rp 13.300. Target harga tersebut mengimplementasikan perkiraan EV/EBITDA sekitar 6,1 kali.
Target harga tersebut merefleksikan dua faktor utama penopang lompatan kinerja keuangan tahun ini, yaitu perbaikan belanja operasional bersamaan dengan kuatnya sinergi. Kedua, penguatan didukung monetisasi basis pelanggan dengan perkiraan kenaikan rata-rata ARPU bersamaan dengan peningkatan permintaan data di daerah pedesaan.
Baca Juga
Transformasi ke Tech Company, Indosat (ISAT) Siapkan Hal Ini
Revisi naik target harga tersebut juga mempertimbangkan dinaikkannya target pertumbuhan kinerja keuangan perseroan tahun ini. Laba bersih diperkirakan melesat menjadi Rp 5,30 triliun tahun ini, dibandingkan perkiraan semula Rp 4,50 triliun.
Terkait realisasi kinerja keuangan perseroan tahun 2023, BRI Danareksa Sekuritas, telah melampaui target yang memunculkan prospek lebih kuat ke depan. Tahun lalu, perseroan mencetak laba bersih senilai Rp 4,73 triliun, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 4,72 triliun. Pendapatan melesat dari Rp 46,75 triliun menjadi Rp 51,22 triliun.

