Market Cap Rp 846,19 Triliun, Barito Renewable (BREN) Peringkat Dua di BEI
JAKARTA, investortrust.id – Kapitalisasi pasar (market cap) PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) akhirnya menyalip PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/11/2023).
Hal ini ditopang atas lompatan harga saham BREN sepanjang hari ini. Berdasarkan data BEI, saham BREN melesat Rp 625 (10,96%) ke level tertinggi baru Rp 325. Lompatan tersebut menjadikan market cap BREN melesat menjadi Rp 846,19 triliun atau menjadikannya emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di Indonesia.
Baca Juga
Ditopang Lonjakan Saham BREN dan AMMN, IHSG Berakhir Naik 19 Poin
Sedangkan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ditutup turun tipis Rp 25 (0,48%) menjadi Rp 5.225. Saham bank BUMN pelat merah ini bergerak dalam rentang Rp 5.175-5.250. Hal ini menjadikan kapitalisasi pasar BBRI turun ke peringkat tiga senilai Rp 792,10 triliun.
Lompatan market cap tersebut menjadikan nilai kekayaan Prajogo Pangestu terbang menjadi US$ 42,8 triliun atau jauh meninggalkan posisi kedua Low Tuck Kwong dengan nilai kekayaan hanya US$ 27,1 miliar. Bahkan, Prajogo kini menduduki peringkat 28 dunia untuk kekayaan.
Prajogo Pangestu bertindak sebagai pengendali dengan memegang sebanyak 66,73 miliar saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) atau setara dengan 71,19% saham. Hingga penutupan perdagangan saham sesi I, market cap BRPT menembus level Rp 109,21 triliun.
Prajogo melalui BRPT juga bertindak sebagai pengendali BREN dengan kepemilikan 6,51 miliar saham BREN atau setara dengan 64,666%. Sebagaimana diketahui BREN kini merupakan saham dengan kapitalisasi terbesar kedua di BEI bernilai 846,19 triliun.
Baca Juga
Prajogo Pangestu Teratas US$ 41,60 Miliar, Berikut Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia
Prajogo Pangestu juga tercatat sebagai pengendali PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan kepemilikan 9,56 miliar saham atau 85,07%. Berdasarkan data penutupan perdagangan saham kemarin di BEI, kapitalisasi pasar CUAN telah mencapai Rp 76,43 triliun berkat lompatan harga lebih dari 30 kali lipat terhitung sejak listing perdana 8 Maret hingga penutupan hari ini.
Selain ketiga perusahaan tersebut, Prajogo Pangestu tercatat sebagai pemegang langsung 7,78% saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). Dirinya melalui Barito Pacific (BRPT) juga mengendalikan 34,63% saham TPIA. Hingga penutupan pasar kemarin, kapitalisasi pasar saham TPIA mencapai Rp 255,20 triliun atau masuk dalam daftar top 10 market cap di BEI.
Laba US$ 82,60 Juta
Sebelumnya, Barito Renewable (BREN) membukukan kenaikan laba bersih menjadi US$ 82,60 juta hingga September 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 75,74 juta.
Manajemen Barito Renewables (BREN) dalam publikasi laporan keuangan menyebutkan, kenaikan laba bersih tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan dari US$ 423,51 juta menjadi US$ 445,27 juta.
Baca Juga
Perseroan juga mencatatkan kenaikan beban keuangan dari US$ 62,66 juta menjadi US$ 100,54 juta. Kenaikan tersebut menjadikan laba sebelum pajak penghasilan turun dari US$ 241,71 juta menjadi US$ 223,70 juta.
Barito Renewables (BREN) juga mencatatkan kenaikan total aset dari US$ 3,39 miliar menjadi US$ 3,48 miliar. Total liabilitas juga naik dari US$ 2,95 miliar menjadi US$ 3,02 miliar.

