BBNI Ungkap Strategi Pupuk Laba di Tengah Tren Suku Bunga Tinggi
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berhasil mencetak laba bersih Rp 20,9 triliun, tumbuh 14,2% secara year on year (yoy) pada tahun 2023.
Direktur Keuangan BNI, Novita Widya Anggraini menjelaskan, perolehan laba bersih tahun buku 2023 didorong oleh pertumbuhan kredit. Bank pelat merah ini sukses mencatatkan kenaikan kredit sebesar 7,6% yoy menjadi Rp 695 triliun.
Dikatakan, pertumbuhan kredit disebabkan kemampuan Perseroan melakukan strategi ekspansi kredit ke segmen berisiko rendah, seperti korporasi blue chip baik dari swasta maupun badan usaha milik negara (BUMN), kredit konsumer, dan kredit pada anak usaha.
Baca Juga
Keren! Transaksi BNI Mobile Banking Tumbuh 52%, Jadi Rp1.216 Triliun
“(Kredit) Korporasi blue chip swasta tumbuh 14,3% year on year, blue chip BUMN tumbuh 11,8%, kredit konsumer tumbuh 13,6% serta anak perusahaan yang tumbuh 134% (yoy),” kata Novita dalam Press Conference Full Year 2023 BNI, yang diadakan secara virtual, Jumat (26/1/2024).
Sementara dari sisi dana pihak ketiga (DPK), BNI mencatat pertumbuhan sebesar 5,4% (yoy) menjadi Rp 810,73 triliun pada 2023. Mayoritas DPK BNI tersebut dikontribusi oleh dana murah, hal ini tercermin dari rasio current account saving account (CASA) yang berada di level 71,2%.
Baca Juga
“Di tengah tren kenaikan suku bunga acuan, cost of fund BNI dapat dijaga di kisaran 2,2%, lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi yaitu di atas 3%,” imbuhnya.
Sementara itu, pendapatan bunga dan interest income juga terus memberikan dorongan positif pada profitabilitas dengan pencapaian sebesar Rp 21,47 triliun atau tumbuh 6,6% (yoy),” tukas Novita.
