Target Saham Jasa Marga (JSMR) Naik Jadi Rp 6.100, Faktor Ini Pendorongnya
JAKARTA, investortrust.id – Target saham emiten pengelola jalan tol pelat merah, PT Jasa Marga (Persero) Tbk direvisi naik ke level Rp 6.100 dari target sebelumnya Rp 5.900.
Tim Riset PT BNI Sekuritas menyebut, target price (TP) baru saham JSMR didorong oleh penaikan tarif pada sejumlah ruas tol di kuartal IV-2023 hingga 2024. Selain itu JSMR diuntungkan dengan tren suku bunga acuan yang diperkirakan akan turun tahun 2024. Pasalnya JSMR merupakan bond proxy dengan tingkat utang yang tinggi.
‘’Kami mempertahankan rating beli untuk JSMR dengan target price yang lebih tinggi sebesar Rp 6.100 per saham. TP tersebut berdasarkan EV/EBITDA tahun 2024 sebesar 9,1 kali (-1 standar deviasi di bawah rata-rata jangka panjang).’’ ulas Tim Riset BNI Sekuritas dalam riset yang diterbitkan, Kamis (7/12/2023).
Baca Juga
Jasa Marga (JSMR) Bilang Ini Terkait Probabilitas Dividen Lebih Besar Tahun Ini
Dikatakan, kenaikan tarif tol akan mendorong pertumbuhan EBITDA Perseroan yang diproyeksi tumbuh masing-masing sebesar 1% hingga 44% YoY per tahun dan laba bersih inti tumbuh sebesar 21% hingga 63% YoY per tahun pada tahun 2023 hingga 2025.
Outlook Kinerja
Setelah penyesuaiakan tatiif untuk tujuh jalan tol pada semeseter I-2023, dengan kenaikan tarif rata-rata sebesar 7%, JSMR melakukan penyesuaian tarif untuk delapan jalan tol lainnya pada kuartal III-2023. Sementara penyesuaian tarif khusus dilakukan pada jalan tol Semarang-Batang dengan kenaikan mencapai 30%.
Pada sisa kuartal ini, Tim Riset BNI Sekuritas masih perkirakan JSMR akan melakukan penyesuaian tarif pada jalan tol Semarang-Solo, JORR dan Jakarta-Tangerang dengan kenaikan tarif rata-rata sebesar 6%. Tim Research BNI Sekuritas perkirakan EBITDA kuartal IV-2023 dapat meningkat sebesar 22% QoQ menjadi Rp2,7 triliun, sementara perkiraan laba bersih inti kuartal IV-2023 dapat mencapai Rp738 miliar (75% QoQ).
Baca Juga
Sementara pada 2024, Tim Riset BNI Sekuritas perkirakan JSMR dapat melakukan penyesuaian tarif untuk 11 jalan tol pada 2024, termasuk penyesuaian tarif normal untuk 10 jalan tol dengan rata-rata kenaikan sebesar 6% dan penyesuaian tarif khusus pada jalan tol Jakarta-Cikampek (Japek) - untuk seksi elevated dan non-elevated.
‘’Diskusi Tim Riset BNI Sekuritas dengan perusahaan menunjukkan bahwa penyesuaian tarif khusus Japek ini untuk mengkompensasi pelebaran lajur yang diperlukan di tahun lalu untuk mengurangi kemacetan selama peak season,’’ ulas BNI Sekuritas.
Realisasi penyesuaian tarif khusus pada kedua seksi tersebut dapat menimbulkan potensi kenaikan sebesar 1% hingga 4% terhadap perkiraan laba bersih inti JSMR untuk tahun 2024 dan 2025. ‘’Akan tetapi, kami tetap estimasi hanya ada normal penyesuaian tarif untuk Japek elevated dan non-elevated di tahun 2024,’’ pungkas BNI Sekuritas.
