Target Saham Jasa Marga (JSMR) Direvisi Naik, Simak Ulasan Ini
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) direvisi naik, seiring dengan perkiraan pertumbuhan kinerja keuangan lebih kuat tahun ini. Pertumbuhan kinerja keuangan didukung tren peningkatan trafik bersamaan dengan kenaikan tarif ruas tol perseroan.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham JSMR menjadi Rp 6.600 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target tersebut mengimplikasikan perkriaan EP 10,3 kali.
Baca Juga
Kenaikan Tarif Menanti, Begini Prospek dan Target Saham Jasa Marga (JSMR)
Analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo mengatakan, laba bersih Jasa Marga (JSMR) diperkirakan mencapai Rp 2,7 triliun tahun 2024 dan kembali meningkat menjadi Rp 2,8 triliun pada 2025. “Faktor utama peningkatan laba berasal dari kenaikan tarif ruast tol tahun lalu yang dampaknya terefleksi penuh pada laporan kinerja keuangan tahun 2024,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.
Melihat peningkatan trafik kendaraan ditambah dengan penambahan ruas tol baru, tingkat rata-rata pertumbuhan laba bersih JSMR dalam lima tahun mendatang bisa mencapai 10% per tahun.
Sucor Sekuritas juga menyebutkan bahwa Jasa Marga (JSMR) akan diuntungkan relokasi sejumlah pabrik dari China ke Indonesia akibat eskalasi geopolitik global. Hal ini bisa menaikkan trafik kendaraan bermotor di sejumlah ruas tol perseroan, khususnya yang menghubungkan kawasan industri.
Baca Juga
Usai Laba 2023 Terbang, Bagaimana Dengan Target Saham Jasa Marga (JSMR)?
Tahun lalu, JSMR mencatatkan kenaikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 147,81% menjadi Rp 6,79 triliun pada 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 2,74 triliun.
Lompatan laba tersebut didukung sejumlah faktor, seperti peningkatan pendapatan perseroan dari Rp 16,58 triliun menjadi Rp 21,31 triliun. Pertumbuhan tertinggi disumbangkan pendapatan konstruksi dari Rp 2,80 triliun menjadi Rp 5,75 triliun.
Sedangkan penyumbang terbesar lompatan laba perseroan datang dari keuntungan dari nilai wajar investasi asosiasi senilai Rp 4,01 triliun tahun lalu, dibandingkan periode sama tahun lalu yang tidak ada. Laba bersih juga ditopang kenuntungan dari pembelian dengan diskon Rp 1,05 triliun.
Estimasi Kinerja Keuangan JSMR
Sumber: Sucor Sekuritas

