RMK Energy (RMKE) Bidik Penjualan Batu Bara 3,5 Juta MT, Begini Pergerakan Harga Sahamnya
JAKARTA, investortrust.id - PT RMK Energy Tbk (RMKE) membidik volume penjualan batu bara tahun ini sebanyak 3,5 juta metrik ton (MT). Dari jumlah itu, sekitar 1,2 juta MT berasal dari produksi tambang perseroan (in house).
Direktur Keuangan RMK Energy, Jennifer Angeline mengatakan, selain membidik volume penjualan, perseroan menargetkan muatan tongkang batu bara tahun ini sebanyak 9,9 juta MT.
Baca Juga
Sanksi Regulator Berakhir, RMK Energy (RMKE) Optimistis Kinerja 2024 Melesat
“RMK Energy akan fokus melanjutkan implementasi strategi yang sempat tertunda tahun lalu dengan melanjutkan pembangunan hauling road untuk membuka akses produksi batu bara yang terintegrasi dengan fasilitas RMKE,” ujar Jennifer pada konferensi pers di Wisma RMK, Jakarta, Kamis (18/4/2024).
RMK Energy, menurut Jennifer, juga akan menjalin kerja sama dengan tambang-tambang potensial untuk meningkatkan volume penjualan dan jasa batu bara. Selain itu, perseroan bakal mengoptimalkan kolaborasi RMK Group untuk meningkatkan kinerja.
Sementara itu, pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/4/2024) sore ini, harga saham RMKE ditutup melemah 1,3% ke level Rp 466 dengan market cap Rp 2 triliun.
Saham RMKE kini memiliki price to earning ratio (PER) 6,77 kali dengan return on asset (ROA) 13,47% dan return on equity (ROE) 20,40%. Tahun lalu, RMKE Energy mencetak laba bersih Rp 302,8 miliar, turun sekitar 22% dibanding tahun sebelumnya.
75% untuk Ekspor
Jennifer Angeline menjelaskan, dengan rampungnya fasilitas jalan lintasan pengangkut (hauling road) batu bara tersebut, RMK Energy dapat menjalin kerja sama dengan tambang-tambang potensial di Sumatera Selatan untuk meningkatkan volume penjualan dan jasa batu bara ke depan.
“Kami masih melihat peluang pada bisnis ini hingga nantinya tercapai komposisi yang seimbang antara energi fosil dengan energi baru dan terbarukan (EBT),” tutur dia.
Dia menambahkan, RMK Energy menargetkan 75% produksi batu baranya untuk pasar ekspor dan 25% untuk pasar domestik. Sekitar 80% produksi domestik dipasok ke PLN.
Baca Juga
RMK Energy (RMKE) Teken Pembelian 600 Ribu Ton Batubara Atlas Resources (ARII)
“Kami akan terus menerapkan good mining practice pada kegiatan operasional pertambangan untuk meminimalisasi dampak negatif di lingkungan sekitar area operasional,” tegas Jennifer.

