RMK Energy (RMKE) Optimistis Penjualan Batu Bara Akan Terus Naik, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id – Di tengah curah hujan tinggi, PT RMK Energy Tbk (RMKE) hingga Februari 2024 mencatatkan pertumbuhan volume penjualan batu bara sebesar 36,4% secara tahunan (year on year/yoy) dari 446,2 ribu ton menjadi 608,8 ribu ton. Perseroan optimistis penjualan akan terus naik.
Direktur Utama RMK Energy, Vincent Saputra mengungkapkan, perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menggenjot penjualan. “Strategi kami di antaranyamenyelesaikan pembangunan lintasan angkut (hauling road) yang akan terintegrasi dengan tambang-tambang potensial di Sumatera Selatan,”kata Vincent dalam keterangan tertulis yang diterima investortrust.id, Selasa (19/3/2024).
Selain itu, menurut Vincent,RMK Energy mengoptimalkan produksi in house dan manajemen biaya dengan mempercepat proses bongkar muat batu bara dalam waktu yang terbatas saat musim hujan serta penggunaan bahan bakar yang efisien dan efektif.
Baca Juga
RMK Energy (RMKE) Kapalkan 7,6 Juta MT Batu Bara Sepanjang 2023
“Pada kuartal pertama tahun ini, kami akan menandatangani beberapa kontrak kerja sama yang bakal meningkatkan volume secara grup, baik di hulu maupun di hilir,” ujar dia.
Vincent Saputra mengakui, tekanan produksi batu bara pada kuartal I-2024 bisa berdampak terhadap kenaikan harga batu bara yang sempat terkoreksi tahun lalu.
“Kondisi tersebut menjadi peluang bagi perseroan untuk meningkatkan volume penjualan batu bara di tengah kondisi cuaca ekstrem,” tutur dia.
Curah Hujan Tinggi
Sementara itu, Direktur Operasional RMK Energy, William Saputra menyampaikan, penjualan batu bara naik meskipun curah hujan tinggi di area operasional dan menekan produksi pada kuartal I-2024.
“Produksi batu bara pada kuartal I-2024 cenderung sedikit. Namun, produksi berpotensi naik pada semester II tahun ini. Kami masih optimistis dapat meningkatkan volume penjualan melalui kolaborasi dengan beberapa tambang potensial di Sumatera Selatan,” kata dia.
Menurut William Saputra, RMK Energy masih dapat menjual 608,8 ribu MT batu bara hingga Februari 2024, meningkat dibandingkan periode sama 2023 sebesar 446,2 ribu MT.
“Produksi tambang in house dan third parties berkontribusi masing-masing 20% dan 80% terhadap total volume penjualan batu bara tersebut,” ujar dia.
Penjualan batu bara RMK Energy, kata dia, masih didominasi pasar ekspor dengan kontribusi 58% total volume penjualan batu bara. “Hingga Februari 2024, segmen penjualan batubara ini mencapai 17,4% dari target perusahaan tahun ini,” tutur dia.
Pertahankan OTP
William Saputra menjelaskan, dari segmen jasa batu bara, perseroan berhasil memuat 154 tongkang dengan total volume 1,2 juta MT batu bara hingga Februari 2024,menurun 19,2% (yoy).
Dia menambahkan, pada periode yang sama, RMK Energy telah membongkar 521 train set dengan total volume bongkar 1,3 juta MT batu bara, turun 38,7% (yoy).
“Kinerja segmen jasa batu bara cukup terdampak curah hujan yang sangat tinggi dengan penurunan produksi dari tambang-tambang di Sumatera Selatan,” papar dia.
Baca Juga
Operasional Kembali Normal, RMK Energy (RMKE) Catat Volume Muatan Tertinggi dalam 5 Tahun
Walaupun demikian, menurut William, RMK Energy masih dapat mempertahankan on time performance (OTP) bongkaran kereta hingga Februari 2024 lebih cepat 18 menit.
“Pencapaian efisiensi waktu bongkaran kereta ini didukung oleh optimalisasi waktu yang ketat di tengah kondisi curah hujan yang sangat tinggi,” ujar dia.
Penggunaan bahan bakar, kata dia, juga menurun 18,2% (yoy) sejalan dengan dampak penurunan volume jasa akibat cuaca ekstrem pada kuartal I-2024. Secara rata-rata, rasio penggunaan bahan bakar per MT batu bara cenderung stabil dengan 0,87 liter per MT tahun lalu menjadi 0,88 liter per MT tahun ini.

