Tuntaskan Hauling Road, RMK Energy (RMKE) Bidik Volume Angkut Batu Bara 11,2 Juta Ton
JAKARTA, investortrust.id – PT RMK Energy Tbk (RMKE) merampungkan pembangunan dan pengujian hauling road batu bara di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Dengan hauling road baru tersebut, perseroan optimistis bisa catat lonjakan volume angkut batu bara dari 9 juta menjadi 11,2 juta ton sepanjang 2025.
Direktur Utama RMKE Vincent Saputra mengatakan, dengan tuntasnya hauling road tersebut, perseroan bisa focus untuk peningkatan volume pengangkutan batu bara dan menciptakan efisiensi aktivitas operasional.
Baca Juga
OJK: 21 Emiten Gelar Buyback Saham Tanpa RUPS dengan Nilai Jumbo
“RMKE juga akan mendapat tambahan volume jasa angkut batu bara dari dua pelanggan baru, yaitu PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL) dan PT Duta Bara Utama (DBU), dua pemegang IUP di Muara Enim. Dengan tambahan ini, kami optimistis bisa mewujudkan volume angkut sebesar 11,2 juta ton tahun 2025, dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 9 juta ton,” kata Vincent dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id Jumat (11/4/2025).
Pengoperasian hauling road ini menandai kemajuan signifikan bagi RMKE dalam menyediakan layanan logistik yang seamless dari hulu ke hilir. Fasilitas ini juga akan mengatasi tantangan logistik di Sumatera Selatan dengan memberikan akses yang lebih baik ke beberapa tambangan potensial di daerah tersebut.
“Seiring dengan upaya perseroan untuk terus meningkatkan infrastruktur logistik, kami berkomitmen untuk memfasilitasi solusi transportasi yang efisien dan dapat diandalkan untuk mendukung pertumbuhan sektor pertambangan di Sumatera Selatan,” terang Vincent.
Baca Juga
Sebagai informasi, RMKE berhasil memuat 191 kapal dengan total muatan sebesar 1,5 juta ton batu bara hingga Februari 2025 atau meningkat sebesar 27,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,2 juta ton batu bara.
Peningkatan muatan kapal ini, seiring dengan kenaikan volume bongkaran kereta sebesar 10,5% secara tahunan menjadi 1,4 juta ton batu bara. Peningkatan kinerja operasional dari segmen jasa batu bara ini tidak terlepas dari on-time performance (OTP) bongkar kereta pada level 2:57 jam atau lebih efisien 18 menit dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu pada level 3:15 jam.

