Target Saham Indo Tambangraya (ITMG) Direvisi Naik, BRI Danareksa Ungkap Hal Ini
JAKARTA, investortrust.id – Prospek dan target harga saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) direvisi naik, seiring indikasi lomptan volume produksi dan penjualan batu bara perseroan tahun ini. Peningkatan diharapkan ditopang pengoperasian tambang baru.
“Kami merevisi naik target saham ITMG dari Rp 27.800 menjadi Rp 28.800 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Revisi naik tersebut merefleksikan dinaikkannya target laba bersih tahun ini setelah manajemen mengumumkan target produksi dan penjualan batu bara tahun ini,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Christian Sitorus dan Erindra Krisnawan dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Baca Juga
2024, Indo Tambangraya (ITMG) Bidik Kenaikan Penjualan Jadi 20,2 Juta Ton Batu Bara
Revisi naik target tersebut, terang dia, juga mempertimbangkan sekitar 39% dari target volume penjualan tahun ini dilepas dengan harga pasti. Porsi tersebut lebih tinggi dari rata-rata tiga tahun terakhir dalam kisaran 20-31%.
Revisi naik target harga saham tersebut juga mengantisipasi rasio dividen ITMG yang besar. Tahun ini, laba bersih perseroan diproyeksikan mencapai US$ 400 juta, dibandingkan tahun lalu US$ 500 juta. Sedangakn target pendapatan direvisi naik menjadi US$ 2,30 miliar tahun 2024, dibandingkan raihan tahun lalu US$ 2,37 miliar.
Tahun lalu, ITMG membukukan penurunan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 58,57% menjadi US$ 500 juta tahun buku 2023, dibandingkan periode sama tahun 2022 senilai US$ 1,22 miliar.
Baca Juga
Laba Bersih Indo Tambangraya (ITMG) Turun 58% Jadi US$ 500 Juta
Penurunan tersebut dipengaruhi atas koreksi pendapatan menjadi US$ 2,37 miliar tahun 2023, atau menurun 35% dibandingkan periode yang sama tahun 2022. Meski begitu secara tahunan, volume penjualan tercatat naik sebesar 11%.
Sedangkan pemicu penurunan pendapatan akibat penurunan rata-rata harga jual rata-rata (ASP) sebesar 41% dari US$ 192 per ton tahun 2022 menjadi US$ 113 per ton tahun 2023. Padahal, volume produksi dan penjualan mencatatkan peningkatan tahun lalu.
Dari sisi neraca Perseroan mencatat total aset pada akhir tahun 2023 turun sebesar 17 % YoY menjadi US$ 2,18 miliar dibandingkan dengan US$ 2,64 miliar pada akhir tahun 2022, dan saldo kas pada akhir tahun 2023 turun sebesar 40% YoY menjadi US$ 851 juta dari US$ 1,43 miliar.
Baca Juga
Terkait target produksi tahun ini, ITMG membidik peningkatan volume produksi batu bara menjadi sekitar 19,5-20,2 juta ton dengan total penjualan menjadi sekitar 24,9-25,6 juta ton. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan 19,52% dari realisasi tahun lalu sebanyak 16,9 juta ton.
“Sebenarnya dalam RKAB, kami patok target produksi 19,5 juta ton, sehingga kalau bisa mencapai 20,2 juta ton, kami akan lakukan penyesuaian sedikit,” ujar Direktur Indo Tambangraya Megah Yulius Kurniawan Gozali.
Meski membidik peningkatan volume produksi dan penjualan batu bara, manajemen ITMG belum bisa memperkirakan kinerja keuangan tahun ini, karena kinerja ditentukan rata-rata harga jual (average selling price/ASP) batu bara 2024.
Estimasi Kinerja Keuangan ITMG

