Indo Tambangraya (ITMG) Ungkap Penyebab Laba Turun 66% Jadi US$ 61 Juta di Kuartal I-2024
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan tambang batu bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melaporkan kinerja keuangan periode kuartal I-2024 dengan membukukan laba bersih periode berjalan sebesar US$ 61 juta.
Jumlah laba bersih yang dibukukan mengalami penurunan sebesar 66% secara year on year (yoy). Pada periode yang sama tahun 2023, laba bersih yang dicatatkan sebesar US$ 183 juta.
Adapun laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar di kuartal I-2024 tercatat sebesar US$ 62 juta.
Baca Juga
Indo Tambangraya (ITMG) Tebar Dividen Tunai Rp 1.747 per Saham pada 25 April
Sekretaris Perusahaan PT Indo Tambangraya Megah Tbk, Monika Ida Krisnamurti, mengatakan, penurunan laba bersih yang dibukukan Perseroan sejalan dengan penurunan pendapatan Perusahaan sebesar 29% secara year on year, menjadi sebesar US$ 489 juta di kuartal I-2024
“Meskipun terjadi peningkatan volume penjualan sebesar 11% secara yoy, pendapatan lebih rendah karena terdampak penurunan harga jual rata-rata (ASP) batu bara sebesar 36%, dari US$ 151 per ton di kuartal I-2023 menjadi US$ 97 per ton di kuartal I-2024 sejalan dengan tren penurunan harga batubara global,” urai Monika dalam keterangan tertulis yang dikutip, Sabtu, (11/5/2024).
Lebih lanjut, di tengah penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan kuartal I-2024 mengalami penurunan sebesar 12% dari tahun sebelumnya, tercatat sebesar US$ 370 juta dibandingkan US$ 419 juta di tahun sebelumnya.
Dikatakan, produksi yang tinggi sebesar 4,9 juta ton pada kuartal I-2024, dari 3,8 juta ton pada kuartal I-2023, sejalan dengan peningkatan biaya penambangan, di mana biaya royalti menurun seiring dengan lebih rendahnya ASP batu bara.
“Secara year on year, beban penjualan meningkat sebesar 9% sejalan dengan kenaikan volume penjualan, sedangkan beban umum dan administrasi turun sebesar 29%, sehingga menghasilkan beban operasional yang stabil sejumlah US$ 46 juta di kuartal I-2024,” ulasnya.
Baca Juga
Kemudian, ITMG membukukan penghasilan keuangan sebesar US$ 10 juta di kuartal I-2024, meningkat dari US$ 9 juta di kuartal I-2023. Berdasarkan kontrak swap atas batu bara dan bahan bakar, Perusahaan membukukan keuntungan sebesar US$ 9 juta di kuartal I-2024 dan kerugian sebesar US$ 9 juta akibat volatilitas nilai tukar mata uang asing selama kuartal I-2024.
Beban Pajak Penghasilan dan Royalti kepada Pemerintah Royalti kepada Pemerintah tercatat menurun sebesar 54% year-on-year menjadi US$ 52 juta pada kuartal I-2024 dari US$ 112 juta pada kuartal I-2023, hal ini terutama disebabkan oleh penurunan ASP batu bara yang mana seiring dengan penurunan harga acuan. Beban pajak penghasilan turun 66% year-on-year menjadi US$ 18 juta di kuartal I-2024 dari US$ 51 juta di kuartal I-2023.
Sementara dari sisi neraca, jumlah total aset pada akhir Maret 2024 meningkat sebesar 5% year-to-date menjadi US$ 2,28 miliar dibandingkan dengan US$ 2,18 miliar pada akhir tahun 2023, sedangkan saldo kas pada akhir Maret 2024 meningkat sebesar 7% year-to-date menjadi US$ 915 juta dari US$ 851 juta pada akhir tahun 2023. Per 31 Maret 2024, kas dan setara kas merepresentasikan 40% dari total aset.
Kemudian total liabilitas meningkat dari US$ 399 juta pada akhir tahun 2023 menjadi US$ 572 juta pada akhir Maret 2024 dikarenakan utang usaha meningkat 49% year-to-date menjadi US$ 164 juta dan utang dividen sebesar US$126 juta, yang telah dibayarkan kepada pemegang saham pada 25 April 2024. Adapun jumlah ekuitas mencapai US$ 1,71 miliar, turun dari US$ 1,78 miliar per 31 December 2023.
Pergerakan Harga Saham ITMG:

