Indo Tambangraya (ITMG) Bidik Penjualan 6,8 Juta Ton Batu Bara di Kuartal I-2026
JAKARTA, investortrust.id – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membidik volume penjualan sebanyak 6,8 juta ton pada kuartal I-2026. Adapun target volume produksi sebanyak 5,1 juta ton.
Manajemen ITMG dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (6/3/2026), menyebutkan bahwa target tersebut sejalan dengan keberhasilan mempertahankan kinerja operasional yang baik tahun lalu yang ditunjukkan peningkatan produksi dan volume penjualan batu bara di tengah tantangan eksternal.
Baca Juga
Pada 2025, ITMG membukukan total produksi batu bara sebanyak 21,2 juta ton atau tumbuh 5% dari tahun sebelumnya. Volume penjualan juga meningkat 3% menjadi 24,7 juta ton. “Pencapaian tersebut didukung penguatan ketahanan operasional serta keunggulan operasional perusahaan dalam menjaga kinerja bisnis inti,” tulisnya.
Meski operasional meningkat, ITMG mencatatkan penurunan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$ 190,94 juta pada 2025. Realisasi tersebut turun hampir 49% dari pencapaian tahun 2024 sebanyak US$ 374,11 juta.
Pelemahan dipengaruhi penurunan pendapatan bersih dari US$ 2,30 miliar menjadi US$ 1,88 miliar akibat melemahnya harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) batu bara.
Baca Juga
Harga Batu Bara Cetak Rekor Tertinggi dalam Setahun, Prospek Saham Emiten Sektor Ini Menguat
Meski laba turun, manajemen mengungkapkan bahwa neraca keuangan ITMG tetap sehat melalui peningkatan efisiensi dan pengendalian biaya yang disiplin, serta perencanaan tambang yang lebih akurat. Hingga akhir Desember 2025, total aset perusahaan tercatat stabil sebesar US$ 2,40 miliar dengan total ekuitas mencapai US$ 1,90 miliar. Posisi kas dan setara kas mencapai US$ 808 juta atau setara 34% dari total aset.
Tahun lalu, penjualan batu bara ITMG tersebar di sejumlah pasar utama, antara lain Indonesia sebesar 22%, Tiongkok 34%, Jepang 18%, India 9%, Filipina 4%, serta negara lain di kawasan Asia Pasifik.
Baca Juga
Bahlil Jamin Pasokan Batu Bara RI Terjaga meski Volume Produksi Dipangkas
Adapun di luar bisnis batu bara, ITMG melanjutkan diversifikasi usaha yang selaras dengan agenda transisi energi. Pada segmen energi terbarukan, perusahaan terus mengembangkan portofolio pembangkit listrik tenaga surya melalui proyek rooftop dan solar farm. Hingga akhir 2025, total kapasitas operasional entitas anak energi terbarukan ITMG mencapai 63,7 MWp.
Tahun 2025 juga menjadi langkah awal perusahaan memasuki sektor mineral strategis melalui akuisisi kepemilikan minoritas di PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE), perusahaan tambang nikel yang tercatat di bursa. Investasi ini memberikan eksposur awal terhadap mineral yang semakin relevan dalam konteks transisi energi global.

