Sekuritas Ini Tetapkan Target Harga Saham Indo Tambangraya (ITMG) Segini
JAKARTA, investortrust.id – NH Korindo Sekuritas merekomendasikan hold saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), meskipun pendapatan dan laba bersih turun akibat koreksi rata-rata harga jual batu bara hingga September 2023.
Analis NH Korindo Sekuritas Axell Ebenhaezer dalam riset terbarunya menyebutkan bahwa faktor utama pemicu penurunan kinerja keuangan datang dari pelemahan rata-rata harga jual batu bara perseroan mencapai 53% dari US$ 210,5 menjadi US$ 98,7 per ton hingga September 2023.
Baca Juga
Lampaui Target, Indo Tambangraya (ITMG) Catat Volume Produksi 13,4 Juta Ton
“Penurunan harga jual membuat margin tergerus, seperti margin laba bersih turun dari 36% menjadi 19%. Meski demikian perseroan berhasil mengendalikan biaya, seperti biaya produksi per ton turun 26%, meskipun ada ketidakpastian harga bahan bakar,” tulis riset tersebut.
Selain berhasil mengendalikan biaya, dia memberikan pandangan positif terhadp peningkatan volume produksi dan penjualan. Perseroan melaporkan volume produksi mencapai 5,3 juta ton pada kuartal III, dibandingkan estimasi semula sebanyak 4,8 juta ton. Kondisi cuaca yang baik mendorong produksi bisa optimal.
Baca Juga
Saham Bank Digital Kembali Diburu Pemodal, Bank Jago (ARTO) Terfavorit
Terkait pengoperasian tambang batu bara, dia mengatakan, ITMG masih persiapan lokasi untuk tambang batu bara GPK yang baru dan dijawdwalkan mulai produksi tahun 2024. Persiapan mengarah produksi sudah berjalan dengan baik hingga akhir September 2023.
Perseroan juga telah menuntaskan akuisisi 65% saham Suryanesia, yaitu perusahaan yang menawarkan jasa instalasi, operasi, dan pemeliharaan panel surya. Perusahaan tersebut memiliki kapasitas 0,5 MWP hingga akhir 2023.
Berbagai faktor tersebut mendorong NH Korindo Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi hold saham ITMG dengan target harga Rp 26.500. Target harga tersebut mempertimbangkan penurunan performa keuangan hingga kuartal III-2023.
Baca Juga
Laba Turun 54%, Ini Penjelasan Dirut Indo Tambangraya (ITMG)
ITMG mencatatkan penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 54,59% menjadi US$ 405,83 juta hingga kuartal III-2023, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 893,81 juta.
Penurunan laba tersebut menjadikan laba bersih per saham perseroan ikut terkoreksi dari US$ 0,80 menjadi US$ 0,36 per saham.Penurunan laba tersebut sejalan dengan koreksi pendapatan bersih perseroan dari US$ 2,61 miliar menjadi US$ 1,82 miliar. Beban pokok pendapatan juga naik dari US$ 1,20 miliar menjadi US$ 1,21 miliar sampai September 2023.

