Samuel Sekuritas Bantah Tuduhan Manipulasi Saham Abadi Lestari (RLCO)
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) membantah tuduhan manipulasi perdagangan saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO). Bantahan ini disampaikan menyusul pemberitaan Bloomberg berjudul ‘Wash Trades and 5,000% Gains: Inside Indonesia’s MSCI Hustle’ pada 2 November 2026.
SSI menegaskan tidak terlibat dalam praktik wash trading, perdagangan terkoordinasi, maupun penggunaan rekening nominee untuk menciptakan transaksi semu. Perusahaan juga telah menyampaikan keberatan resmi dan meminta Bloomberg mengoreksi pemberitaan tersebut pada 3 November 2026.
Dalam keterangan resminya, SSI menyebut kenaikan harga saham RLCO telah terjadi sebelum laporan riset perusahaan diterbitkan. Saham RLCO naik dari Rp 168 saat IPO pada 8 Desember 2025 menjadi Rp 8.700 pada 20 Januari 2026.
Baca Juga
Laba Abadi Lestari (RLCO) Naik 13,36% di Semester I-2026, Meski Penjualan Tumbuh Tipis
Sementara itu, laporan riset SSI baru diterbitkan pada 26 Januari 2026. Dengan demikian, SSI menilai laporan riset tersebut tidak mungkin menjadi penyebab kenaikan harga saham RLCO sebelumnya yang mencapai sekitar 5.000%.
SSI juga menyebut sejumlah broker memiliki aktivitas transaksi lebih tinggi dibandingkan perusahaan selama periode tersebut. Broker dimaksud, antara lain Stockbit Sekuritas Digital (XL), Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP), Semesta Indovest Sekuritas (MG), dan Ajaib Sekuritas Asia (XC).
Terkait tuduhan manipulasi pasar, SSI menyatakan aktivitas perdagangan RLCO melalui perusahaan selama periode yang dipersoalkan sebagian besar berada di sisi beli. Aktivitas tersebut, menurut manajemen Samuel Sekuritas, konsisten dengan posisi investasi jangka panjang.
SSI juga menegaskan bahwa keputusan investasi para klien, termasuk nasabah dengan kekayaan bersih tinggi, dilakukan secara independen. Samuel Sekuritas Indonesia pun membantah mengoordinasikan transaksi klien untuk memanipulasi harga saham.
Selain itu, SSI menegaskan saham RLCO tidak pernah masuk dalam indeks MSCI. Perusahaan menyebut MSCI mengumumkan pembekuan terkait Indonesia pada 27 Januari 2026, ketika perdagangan saham RLCO sedang disuspensi.
\Perdagangan saham RLCO kemudian kembali dibuka pada 30 Januari 2026. SSI mencatat terdapat aktivitas penjualan dalam jumlah substansial melalui broker MG setelah perdagangan saham tersebut dilanjutkan.
Manajemen menambahkan, masuk atau tidaknya suatu saham ke dalam indeks MSCI ditentukan berdasarkan sejumlah kriteria, seperti kapitalisasi pasar, porsi saham beredar publik (free float), serta likuiditas saham; bukan laporan riset broker.
Baca Juga
Abadi Lestari (RLCO) Siapkan Dua Bisnis Baru, Bidik Pasar Protein dan Ekspor pada 2027
Terkait persoalan ini, SSI mengungkapkan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan. Pemeriksaan tersebut mencakup aktivitas IPO, riset, dan perdagangan saham RLCO.
Namun manajemen menyatakan belum menerima sanksi terkait saham RLCO hingga 3 November 2026. Perusahaan juga menegaskan tetap menghormati kewenangan pengawasan OJK dan berkomitmen bekerja sama dengan regulator.
Didirikan pada 1992, SSI menyatakan tetap berkomitmen mendukung pasar modal Indonesia melalui layanan profesional, kepatuhan terhadap regulasi, dan perlindungan investor. Perusahaan juga memastikan kegiatan operasional bisnisnya berjalan seperti biasa.
