Abadi Lestari (RLCO) Siapkan Dua Bisnis Baru, Bidik Pasar Protein dan Ekspor pada 2027
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) menyiapkan ekspansi bisnis di luar produk berbasis sarang burung walet dengan meluncurkan dua lini usaha baru pada kuartal I-2027. Langkah ini bertujuan untuk memperluas portofolio produk berbasis protein sekaligus memperkuat pasar ekspor.
Direktur Utama RLCO Edwin Pranata mengatakan, perseroan telah mendirikan anak usaha bernama BD Marinova pada Januari 2026. Meski belum beroperasi secara komersial, entitas tersebut ditargetkan mulai memberikan kontribusi terhadap pendapatan pada kuartal I-2027.
Melalui Marinova, RLCO akan mengembangkan produk protein berbahan baku ikan segar sebagai pelengkap portofolio produk berbasis protein yang telah dimiliki perseroan.
Baca Juga
Laba Abadi Lestari (RLCO) Naik 13,36% di Semester I-2026, Meski Penjualan Tumbuh Tipis
"Marinova akan menambah portofolio protein kami. Produk ini juga akan melengkapi produk-produk berbasis protein yang selama ini sudah dimiliki RLCO," kata Edwin dalam Media Connect Samuel Sekuritas di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Selain Marinova, RLCO tengah menyiapkan merek baru bernama Momiku yang menyasar segmen ibu dan anak. Merek tersebut akan berfokus pada produk berbasis bone broth atau kaldu tulang sebagai sumber protein dan nutrisi.
Menurut Edwin, pengembangan Momiku sejalan dengan fokus perseroan menghadirkan produk pangan sehat yang mendukung kebutuhan gizi keluarga, khususnya ibu hamil dan anak-anak.
Baca Juga
Ia menilai produk berbasis bone broth memiliki prospek yang besar karena kaya nutrisi yang bermanfaat bagi perkembangan otak dan kesehatan anak. Kandungan tersebut dapat diaplikasikan ke berbagai produk, mulai dari abon, beras siap saji untuk anak, hingga hati ayam berbumbu bone broth. Ke depan, perseroan juga berencana memperluas pengembangan produk ke berbagai format lainnya.
Pertumbuhan Baru
Edwin berharap lini bisnis berbasis bone broth dapat menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru yang berkontribusi terhadap peningkatan penjualan perseroan pada tahun depan.
Selain memperluas portofolio produk, RLCO juga terus melakukan diversifikasi pasar ekspor. Saat ini sekitar 90% penjualan ekspor perseroan masih bergantung pada pasar China.
Baca Juga
Top! Investor Asing Borong Saham Rp 1,23 Triliun, Ada BBRI hingga TINS
Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, RLCO akan lebih dahulu memperluas pasar di kawasan Asia Tenggara. Perseroan telah memasuki pasar Vietnam dan dalam waktu dekat berencana mengekspor produk ke Thailand. Selanjutnya, RLCO juga membidik pasar Amerika Serikat dan Hong Kong.
Dari sisi kinerja keuangan, RLCO membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp20,36 miliar pada semester I-2026, meningkat 13,36% dibandingkan Rp17,96 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan laba tersebut didukung kenaikan pendapatan menjadi Rp272 miliar dari Rp270,95 miliar pada semester I-2025. Pendapatan perseroan berasal dari penjualan sarang burung olahan sebesar Rp234,39 miliar dan produk konsumen sebesar Rp37,61 miliar.

