Bank di Paraguay Kolaps, Permintaan Stablecoin USDT Melonjak
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Permintaan terhadap stablecoin Tether (USDT) meningkat di Paraguay menyusul penutupan Ueno Bank, lembaga keuangan digital yang melayani lebih dari 60% penduduk dewasa di negara tersebut. Krisis perbankan ini mendorong perhatian terhadap aset digital yang dipatok terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data yang dibagikan pendukung Bitcoin, Samson Mow, melalui platform X, nilai USDT meningkat dari sekitar 5.692 guaraní pada 15 Oktober menjadi lebih dari 6.000 guaraní pada 4 November 2026. Kenaikan tersebut mencapai lebih dari 5%.
Meski demikian, penguatan USDT terhadap guaraní juga dipengaruhi oleh kenaikan nilai dolar AS terhadap mata uang Paraguay tersebut dalam periode yang sama.
CEO Tether, Paolo Ardoino, turut menanggapi peningkatan permintaan USDT di Paraguay melalui unggahan di X dengan pernyataan, "Beralih ke tempat yang aman."
Peningkatan permintaan tersebut terjadi setelah bank sentral Paraguay menempatkan Ueno Bank dalam proses resolusi pada 3 November 2026. Keputusan itu diambil setelah otoritas menemukan rasio solvabilitas bank berada di bawah setengah dari batas minimum yang ditetapkan secara hukum.
Baca Juga
Tether (USDT) Jadi Napas Baru Perdagangan Minyak Venezuela Pasca Penangkapan Maduro
Penutupan Ueno Bank berdampak langsung terhadap layanan perbankan nasabah. Aplikasi, kartu, dan layanan transfer bank tersebut tidak lagi dapat digunakan.
Mengutip laporan Associated Press, Ueno Bank memiliki sekitar 2,9 juta nasabah atau mencakup lebih dari 60% penduduk dewasa Paraguay. Bank tersebut juga mengelola sekitar US$800 juta simpanan sektor publik, termasuk dana pensiun dan dana kesehatan.
Sementara itu, Reuters melaporkan delapan orang yang terkait dengan bank tersebut telah ditangkap. Presiden bank sentral Paraguay, Carlos Carvallo, juga dilaporkan mengundurkan diri.
Meski demikian, bank sentral menyatakan kasus Ueno Bank merupakan insiden terisolasi dan tidak mencerminkan kondisi sistem perbankan Paraguay secara keseluruhan.
Dari sisi perlindungan nasabah, skema penjaminan simpanan Paraguay mencakup dana hingga 228,3 juta guaraní atau sekitar US$36.000 per nasabah. Pembayaran awal diprioritaskan bagi rekening yang memenuhi persyaratan dengan saldo hingga 10 juta guaraní, khususnya nasabah yang tidak memiliki kewajiban utang kepada Ueno Bank dan memiliki rekening di bank lain.
Krisis Ueno Bank juga memicu gejolak politik. Presiden Paraguay Santiago Peña mengumumkan pengunduran dirinya pada 5 November 2026, menjelang pemungutan suara pemakzulan di majelis rendah Kongres.
Baca Juga
Singapura Gandeng Malaysia dan Thailand Uji Pembayaran Berbasis Stablecoin
Sebelumnya, Peña diketahui memiliki saham di sebuah perusahaan yang terkait dengan pemilik Ueno Bank. Namun, dia menyatakan telah menjual saham tersebut pada Maret 2025 dan membantah melakukan pelanggaran.
Stablecoin seperti USDT menjadi salah satu alternatif penyimpanan nilai karena dipatok terhadap dolar AS dan dapat dimiliki tanpa harus menggunakan rekening bank lokal. Namun, penggunaan aset tersebut tetap memiliki risiko, termasuk ketergantungan terhadap penerbit stablecoin dan platform penyimpanan yang digunakan.
Perkembangan permintaan USDT di Paraguay selanjutnya akan dipengaruhi oleh proses pengembalian dana nasabah Ueno Bank. Jika akses terhadap simpanan kembali pulih, permintaan terhadap stablecoin berpotensi mengalami perubahan.
