IHSG Bergerak Dramatis Pekan Ini, Sempat Sentuh Level Terendah 4.824
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak dramatis sepanjang pekan ini setelah sempat anjlok ke terendahnya lebih dari enam tahun terakhir level 4.824. Penurunan dipengaruhi atas pelemahan mayoritas sektor saham.
Berdasarkan data BEI, IHSG bergerak dalam rentang 4.824-5.143 sepanjang pekan ini. Meski demikian penutupan perdagangan masih bertahan di atas 5.000, tepatnya 5.050. Dengan demikian penurunan pekan ini hanya mencapai 6,62 poin (0,13%).
Baca Juga
Lo Kheng Hong Bongkar 5 Rahasia Pilih Saham, Terbukti Bertahan dari Lima Kali Krisis
Tekanan terhadap IHSG pekan ini datang dari kejatuhan saham BRPT sebanyak 20,56%, AADI melemah 11,55%, UNTR turun 4,86%, VKTR jatuh 17,14%, dan EXCL melemah 13,67%. Sebaliknya saham yang Menahan kejatuhan indeks datang dari penguatan saham BBCA 4,42%, ASII naik 4,17%, SMMA naik 4,63%, CASA naik 6,35%, dan INDF menguat 7,42%.
Secara sectoral, penurunan indeks dipengaruhi atas pelemahan hampir seluruh sektor saham, kecuali sektor konsumer non primer yang berhasil naik 0,85%. Penurunan terdalam melanda saham sektor teknologi, energi, transportasi, property, konsumer primer, dan infrastruktur.
Baca Juga
Saham Teknologi Dorong Penguatan Wall Street, Nasdaq Bangkit 1%, tapi Dow Masih Terseok
Meski IHSG lanjutkan penurunan, pemodal asing terpantau Menahan aksi penjualan bersih (net sell) saham hanya Rp 167,11 miliar, bandingkan dengan pekan sebelumnya mencapai Rp 3,05 triliun. Bahkan, pemodal asing merealisasikan net buy saham dalam dua hari di pekan ini.
Adapun kemarin, pemodal asing berbalik mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 329,34 miliar, seiring dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (6/11/2026), sebanyak 20,17 poin (0,40%) menjadi 5.050.
Net buy terbanyak terbanyak disumbangkan saham NATO senilai Rp 234,29 miliar, BBCA sebanyak Rp 218,99 miliar, BMRI mencapai Rp 92,14 miliar, ASII senilai Rp 83,29 miliar, dan BBNI senilai Rp 32,68 miliar.
