IHSG Bergerak Fluktuatif, Sempat Dibuka Melemah 0,61%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/10/2026), dibuka anjlok sebanyak 31,12 poin (0,61%) menjadi 5.066. Penurunan sejalan dengan pelemahan seluruh sektor saham. Namun memasuki menit kedua terjadi pembalikan arah ke zona hijau.
Tekanan datang dari berlanjutnya penurunan sektor saham material dasar, energi, industry, konsumer primer, konsumer non primer, property, keuangan, infrastruktur, hingga transportasi. Sebaliknya sektor teknologi dibuka naik tipis.
Baca Juga
Reliance Sekuritas Rekomendasi Beli 4 Saham, Ada DSSA hingga TPIA
Tekanan datang dari kejatuhan saham BBCA, ISAT, BBRI, BMRI, AMMN, ENRGI, TPIA, PTRO, ANTM pada awal transaksi pagi ini.
Meski dibuka jatuh, saham MYOH masih berhasil torehkan kenaikan 21,11% menjadi Rp 1.090, SULI naik 16,67% menjadi Rp 77, dan ALKA naik 18,21% menjadi Rp 5.175.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 184,25 poin (3,49%) menjadi 5.098 disertai dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,07 triliun. Net sell saham terbanyak disumbangkan saham BBCA senilai Rp 503,49 miliar, BBRI mencapai Rp 164,50 miliar, dan BMRI mencapai Rp 155,86 miliar.
Baca Juga
KPK Ungkap Korupsi Cukai Rokok PT Djarum Rugikan Negara hingga Triliunan Rupiah
Penurunan indeks hari ini dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, khususnya big cap. Di antaranya, saham BBCA ditutup jatuh lebih dari 6,35% ke bawah Rp 5.000, BBRI jatuh 3,77%, BMRI turun 3,13%, AMMN anjlok 4,10%, dan ASII jatuh 6,20. Kejatuhan juga melanda semua saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, BRPT, hingga CUAN.
Pelemahan juga dipengaruhi kejatuhan seluruh sektor saham, sektor energi jatuh 3,29%, sektor material dasar melemah 4,53%, sektor industry turun 4,64%, sektor infrastruktur melemah 4,24%,sektor konsumer non primer turun 2,19%, sektor konsumer primer melemah 2,54%, sektor kesehatan melemah 1,89%, sektor keuangan turun 1,89%, sektor keuangan turun 2,22%, sektor property melemah 2,22%, sektor teknologi jatuh 2,40%, dan sektor transportasi turun 0,70%.
Meski IHSG anjlok parah ke bawah 5.100, saham ALKA masih berhasil melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan penguatan 24,86% menjadi Rp 4.420 dan YPAS naik 24,85% menjadi Rp 1.055. TMAS naik 15,45% menjadi Rp 127, KJEN menguat 12,50% menjadi Rp 126, dan MKNT Menguat 11,11% menjadi Rp 10.
