IHSG Diprediksi Lanjutkan Pergerakan Bearish Akhir Pekan Ini, Tiga Saham Dipimpin JARR Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/10/2026), diproyeksikan lanjutkan pergerakan bearish dengan rentang 5.026-5.170. Tiga saham JARR, SSMS, dan CMRY direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa laju indeks akan dipengaruhi sejumlah sentimen, seperti keputusan The Fed mempertahankan suku bunga di 3,75-4,00%, tetapi keputusan yang tidak bulat,dua pejabat mendukung kenaikan 25 bps, menunjukkan risiko pengetatan lanjutan masih terbuka. Inflasi AS yang tetap tinggi turut mendorong pasar memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember.
Laju indeks juga dipengaruhi tekanan rupiah dan arus modal asing. Ke depan, investor juga akan mencermati rilis data perdagangan Indonesia untuk September dan inflasi Oktober pada pekan depan, di samping perkembangan kebijakan BEI dan MSCI. “Secara teknikal, IHSG kembali melanjutkan tren bearish setelah menembus support 5.170 dan ditutup di 5.098. MACD masih negatif dan kembali menunjukkan pelemahan momentum,” tulisnya.
Baca Juga
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham JARR dengan target harga Rp 2.360-2.585, SSMS dengan target harga Rp 1.010-1.060, dan CMRY dengan target harga Rp 4.300-4.365.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 184,25 poin (3,49%) menjadi 5.098 disertai dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,07 triliun. Net sell saham terbanyak disumbangkan saham BBCA senilai Rp 503,49 miliar, BBRI mencapai Rp 164,50 miliar, dan BMRI mencapai Rp 155,86 miliar.
Penurunan indeks hari ini dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, khususnya big cap. Di antaranya, saham BBCA ditutup jatuh lebih dari 6,35% ke bawah Rp 5.000, BBRI jatuh 3,77%, BMRI turun 3,13%, AMMN anjlok 4,10%, dan ASII jatuh 6,20. Kejatuhan juga melanda semua saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, BRPT, hingga CUAN.
Baca Juga
Inflasi Kawasan Euro Tembus 3,8%, ECB Tahan Suku Bunga Acuan di 2,5%
Pelemahan juga dipengaruhi kejatuhan seluruh sektor saham, sektor energi jatuh 3,29%, sektor material dasar melemah 4,53%, sektor industry turun 4,64%, sektor infrastruktur melemah 4,24%,sektor konsumer non primer turun 2,19%, sektor konsumer primer melemah 2,54%, sektor kesehatan melemah 1,89%, sektor keuangan turun 1,89%, sektor keuangan turun 2,22%, sektor property melemah 2,22%, sektor teknologi jatuh 2,40%, dan sektor transportasi turun 0,70%.
Meski IHSG anjlok parah ke bawah 5.100, saham ALKA masih berhasil melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan penguatan 24,86% menjadi Rp 4.420 dan YPAS naik 24,85% menjadi Rp 1.055. TMAS naik 15,45% menjadi Rp 127, KJEN menguat 12,50% menjadi Rp 126, dan MKNT Menguat 11,11% menjadi Rp 10.
