IHSG Waspadai Pergerakan Volatil Hari Ini, Sebaliknya Saham UNTR, PTBA, dan JARR Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (11/9/2026), berpeluang lanjutkan pergerakan volatile rentang 6.550-6.600. Tiga saham pilihan UNTR, PTBA, dan JARR.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa IHSG masih volatile dengan bias melemah di tengah risiko eskalasi AS-Iran dan lonjakan harga minyak. Secara teknikal, selama belum reclaim 6.600, IHSG berisiko turun ke 6.475–6.375, dengan 6.600-6.700 sebagai resistance.
Baca Juga
Laba Lampaui Target Setahun Penuh, Timah (TINS) Ajukan Perubahan RKAP 2026
“Katalis utama adalah US CPI Agustus (11 Sep). CPI di atas konsensus (headline 3,4%; core 2,4% YoY) berisiko memperkuat ekspektasi Fed hawkish, sementara CPI lebih rendah dapat membuka ruang technical rebound,” tulisnya.
Laju indeks juga akan dipengaruhi kembali terjungkalnya pasar saham ASI, seperti Dow Jones melemah 0,60%. Pelemahan juga melanda S&P500 sebanyak 0,58% dan Nasdaq mencapai 0,65%. Begitu juga dengan harga minya melambung lebih dari US$ 100 per barel.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham UNTR dengan target harga Rp 26.975-27.650, PTBA dengan target harga Rp 3.180-3.240, dan JARR dengan target harga Rp 3.830-4.040.
Baca Juga
Kemarin, IHSG ditutup anjlok 1,33% ke level 6.589,34 tertekan sentimen global, khususnya memanasnya konflik AS-Iran yang kembali mendorong harga minyak hingga ke atas US$100 per barel. Tekanan juga datang dari yield US Treasury 10 tahun mencapai 4,84%, juga menjadi tekanan bagi aset berisiko dan emerging market seperti Indonesia.
Penurunan tajam IHSG juga dipicu atas pelemahan seluruh sektor saham, seperti sektor energi melemah 2,06%, sektor infrastruktur 1,31%, material dasar 1,19%, industry 1,19%, property 1,08%, kesehatan 1,22%, consumer non primer 1%, keuangan 0,89%, consumer primer 0,74%, dan transportasi 1,80%.
Meski IHSG jatuh, sejumlah saham justru catatkan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu GSMF naik 34,78% menjadi Rp 124, MGNA naik 34,65% menjadi Rp 136, JECC naik 25% menjadi Rp 825, dan SAPX naik 24,54% menjadi Rp 406. Meski tak ARA, saham ini catatkan penguatan pesat, yaitu KPIG naik 28,79% menjadi Rp 85 dan MSKY menguat 24,24% menjadi Rp 82.
