Target IPO Saham di BEI Dipangkas Drastis Tahun Ini, Bagaimana Target di 2027?
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) memangkas target jumlah perusahaan yang menggelar penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham pada 2026 menjadi 15 perusahaan, dari target awal sebanyak 50 perusahaan.
Sedangkan target tahun 2027, BEI membidik 25 IPO di tengah harapan pemulihan pasar modal dan peluang pembiayaan dari sektor industri manufaktur.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, revisi target IPO tahun ini telah tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026. “15 (target IPO tahun ini),” kata Jeffrey kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Baca Juga
Pertama Dalam Sejarah, BEI Bagikan Dividen Khusus Rp 1,56 Triliun
Sementara itu, BEI menargetkan pencatatan 905 efek baru pada 2027. Target tersebut terdiri atas 25 IPO, 175 penerbitan obligasi dan sukuk, serta 705 efek lainnya.
BEI juga menargetkan rata-rata nilai transaksi harian pada 2027 mencapai Rp21 triliun. Angka tersebut naik 16,7% dibandingkan target dalam RKAT 2026 sebesar Rp18 triliun.
Meski memangkas target IPO 2026, Jeffrey tetap optimistis terhadap prospek pencatatan saham perdana pada tahun depan. Ia berharap kondisi pasar modal segera membaik, mengingat potensi pengembangan pasar masih terbuka lebar.
Baca Juga
Menurut Jeffrey, peluang pertumbuhan pasar modal dapat ditopang oleh langkah pemerintah dalam membangun kawasan industri dan mendorong investasi di sektor manufaktur. Aktivitas investasi tersebut membutuhkan pembiayaan, yang salah satu sumbernya dapat berasal dari pasar modal.
“Misalnya, pemerintah kan aktif mendirikan kawasan industri, mendorong perusahaan-perusahaan untuk berinvestasi di industri manufaktur, misalnya. Tentu, itu akan membutuhkan pembiayaan, salah satu potensi pembiayaannya tentu adalah melalui pasar modal,” pungkasnya.
7 IPO Saham Rp 2,16 Triliun
Berdasarkan data hingga 23 Oktober 2026, sebanyak tujuh perusahaan telah mencatatkan saham perdana di BEI dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.
Selain itu, masih terdapat sembilan perusahaan dalam antrean atau pipeline pencatatan saham di BEI.
Baca Juga
IHSG Sesi I Jatuh 1,65% Tinggalkan Level 5.200, Sebaliknya BBCA Tahan Kejatuhan Lebih Dalam
Berdasarkan klasifikasi aset, mayoritas perusahaan dalam pipeline tersebut berasal dari kelompok skala menengah, yakni lima perusahaan dengan aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.
Sementara itu, satu perusahaan masuk kategori skala kecil dengan aset di bawah Rp50 miliar. Adapun tiga perusahaan lainnya tergolong skala besar dengan aset di atas Rp250 miliar.
Dari sisi sektoral, sektor kesehatan (healthcare) mendominasi pipeline IPO dengan empat perusahaan. Sektor bahan baku (basic materials) dan energi masing-masing menyumbang dua perusahaan, sedangkan sektor keuangan (financials) mencakup satu perusahaan.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pipeline pencatatan saham BEI masih mencakup sejumlah sektor usaha, dengan sektor kesehatan menjadi kontributor terbesar.
