IHSG Sesi I Jatuh 1,65% Tinggalkan Level 5.200, Sebaliknya BBCA Tahan Kejatuhan Lebih Dalam
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (28/10/2026), ditutup jatuh sebanyak 87,07 poin (1,65%) menjadi ke bawah level 5.200, tepatnya 5.179. Penurunanberbanding tebralik dengan pasar saham Asia yang naik.
Penurunan sejalan dengan kejatuhan kurs Rupiah terhadap mata uang global dan penurunan saham big cap, seperti BBRI, BMRI, BBNI. Penurunan juga dilanda saham konglo milik Prajogo, seperti BREN, TPIA, BRPT. Tekanan juga datang dari saham konglo Sinarmas, seperti DSSA, MORA, INKP, hingga TKIM. Sebaliknya saham BBCA catatkan kenaikan hampir 4% jadi penyelamat IHSG dari kejatuhan lebih dalam.
Baca Juga
Dua Tahun Prabowo di Sektor Kesehatan: BPOM Diperkuat, Keselamatan Rakyat Jadi Prioritas
Secara sectoral, semua catatkan penurunan, seperti energi, industry, dan infrastruktur dengan pelemahan lebih dari 3%. Saham material dasar dan konsumer non primer turun lebih dari 2%. Lainnya turun lebih dari 1%.
Meski IHSG terjerembab, beberapa saham berikut catat penguatan harga pesat, seperti KOPI naik 24,83% menjadi Rp 186, ESTA naik 16,78% menjadi Rp 167, PBID naik 16,19% menjadi Rp 610, KOKA naik 15,93% menjadi Rp 131, dan MKNT naik 12,50% menjadi Rp 9.
Baca Juga
Transportasi Jabodetabek Tak Terintegrasi, ITDP Soroti Aturan Daerah
Kemarin, IHSG ditutup jatuh sebanyak 106,96 poin (1,99%) menjadi 5.266. Pemodal asing kembali melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 651,26 miliar, sehingga total net sell saham sepanjang year to date (ytd) naik menjadi Rp 97,37 triliun.
Pelemahan IHSG kemarin dipicu atas penurunan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor energi turun 3,33%, sektor material dasar 3,32%, sektor teknologi melemah 3,16%, sektor konsumer primer turun 1,36%, sektor kesehatan jatuh 1,50%, sektor konsumer non primer turun 0,49%, sektor transportasi turun 2,83%, sektor infrastruktur turun 2,95%, sektor property melemah 1,55%, sektor keuangan jatuh 1,11%. Sebaliknya saham sektor industry naik 1,43%.
Meski dilanda penurunan tajam, beberapa saham masih berhasil torehkan penguatan, DADA naik 33,33% menjadi Rp 24, TGUK naik 23,46% menjadi Rp 100, BOGA naik 22,88% menjadi Rp 1.880, TMP naik 20,63% menjadi Rp 228, dan OKAS naik 19,32% menjadi Rp 105.
