ARA Saham AMMN Tahan Kejatuhan IHSG Sesi I
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (27/5/2024), tertahan, seiring lompatan harga saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) hingga auto reject atas (ARA).
IHSG sesi I hanya turun tipis 8,9 poin (0,12%) menjadi 7.213,48, padahal empat saham bank papan atas jatuh, seperti saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI diikuti dengan penurunan sejumlah saham emiten Prajogo Pangestu.
Baca Juga
Saham Amman Mineral (AMMN) Terbang, Grup Salim, Medco, hingga Agoes Projo Cuan Besar
Tertahannya kejatuhan IHSG ditopang penguatan saham AMMN hingga ARA dengan kenaikan Rp 2.100 (19,91%) menjadi Rp 12.650. Kenaikan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham ini melesat menjadi Rp 917,35 triliun atau naik peringkat menjadi emiten dengan kapitalisasi terbesar ketiga di BEI menyalip PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 811,04 triliun.
Sedangkan pemicu utama penurunan indeks hari ini datang dari koreksi saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak 1,06%, PT Bank Rakyat Indonesia turun 2,12% menjadi Rp 4.620, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 2,89% menjadi Rp 5.875, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah 0,84% menjadi Rp 4.720.
Penurunan juga dipicu atas koreksi saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebanyak 9,70% menjadi Rp 1.070 dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) anjlok 6,79% menjadi Rp 7.550.
Baca Juga
Sepanjang pekan lalu, pemodal asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,39 triliun dalam tiga hari perdagangan di BEI. Aksi tersebut melanjutkan net sell pekan lalu dengan total Rp 1,53 triliun.
Aksi jual tersebut sejalan dengan penurunan indeks BEI dalam tiga hari perdagangan turun sebanyak 1,30% menjadi 7.222,38. Dua dari tiga hari perdagangan pekan ini dilanda aksi jual saham.
Sedangkan bursa saham Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat 0,011%. Penguatan juga melanda indeks S&P500 mencapai 0,70% dan Nasdaq melesat hingga 1,10%.
Grafik IHSG dan AMMN

