Kinerja Seluruh Segmen Bisnis Naik Dua Digit, Penjualan Dharma Polimetal (DRMA) Tembus Rp 5,1 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Emiten manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mencatatkan pertumbuhan dua digit, baik dari pendapatan maupun laba hingga kuartal ketiga tahun ini.
Sepanjang periode Januari-September tersebut, pendapatan DRMA mencapai Rp 5,1 triliun, tumbuh 16% dibanding periode yang sama tahun 2025 (yoy) yang sebesar Rp 4,4 triliun. Adapun laba bersih DRMA pada perbandingan periode yang sama tercatat sebesar Rp 487,6 miliar atau tumbuh 13,9% (yoy).
Menurut Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso, hal yang lebih menggembirakan adalah peningkatan penjualan double digit tersebut terjadi pada setiap segmen bisnis DRMA.
“Pertumbuhan permintaan pada industri otomotif yang terjadi sejak paruh pertama 2026 telah mendorong peningkatan permintaan komponen,” ungkap Irianto pada Selasa (27/10/2026).
Segmen roda dua (two wheels/2W) masih menjadi penyumbang utama pendapatan DRMA dengan kontribusi mencapai 59% dari total pendapatan, mencetak angka Rp 3 triliun yang tumbuh 10,4% (yoy). Peningkatan ini didukung oleh kenaikan volume produk sehingga turut mendorong peningkatan penjualan.
Baca Juga
Kejar Pertumbuhan 10%, Dharma Polimetal (DRMA) Perluas Pasar Global Lewat Automechanika
Sementara itu, segmen empat roda (4W) mencatatkan pertumbuhan pendapatan paling signifikan yakni sebesar 31,3% (yoy) menjadi Rp 1,3 triliun, didorong bertambahnya volume komponen terjual.
Adapun pendapatan dari segmen lain-lain membukukan pendapatan Rp 791,7 miliar, yang meningkat 16,3% (yoy).
Seiring kinerja positif pada kuartal III-2026, manajemen terus mengembangkan portofolio produk EV, termasuk battery energy storage system (BESS), fast charging, dan komponen pendukung lainnya. Dharma Polimetal juga menjalin kerja sama dengan Minth Group, guna memperkuat kapabilitas dan memperluas solusi komponen kendaraan listrik sebagai sumber pertumbuhan jangka panjang.
“Pada akhirnya, berbagai langkah dan strategi tersebut bertujuan meningkatkan pendapatan perseroan secara berkelanjutan. Melihat langkah yang telah diambil dan perolehan hingga akhir September, kami optimistis target pertumbuhan pendapatan double digit tahun ini akan dapat dicapai,” pungkas Irianto.
