Pendapatan Dharma Polimetal (DRMA) Naik 6% di Kuartal I-2026, Segmen Ini Penyumbang Terbesar
JAKARTA, investortrust.id – PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 6% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 1,53 triliun pada kuartal I-2026. Adapun target pertumbuhan penjualan tahun ini hingga 10%.
Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso mengatakan, capaian tersebut patut disyukuri di tengah tekanan geopolitik yang berdampak negatif pada pasar manufaktur otomotif domestik.
“Kenaikan pendapatan ini merupakan pencapaian yang pantas disyukuri di tengah isu geopolitik yang memberikan dampak negatif pada pasar manufaktur otomotif di Tanah Air,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga
Dharma Polimetal (DRMA) Siapkan Capex Rp 400 Miliar, Ada Rencana Akuisisi?
Pertumbuhan pendapatan ditopang oleh peningkatan penjualan pada segmen kendaraan roda dua dan roda empat. Segmen roda dua masih menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 60% terhadap total pendapatan.
Sepanjang Januari-Maret 2026, penjualan segmen roda dua tercatat Rp 932,3 miliar, naik 0,6% yoy. Sementara itu, segmen roda empat mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi sebesar 24% yoy menjadi Rp 391,5 miliar, dengan kontribusi sekitar 25% terhadap total pendapatan perseroan.
Di sisi profitabilitas, laba bersih DRMA mengalami penurunan 3,2% menjadi Rp 144,9 miliar pada kuartal I-2026, meski penjualan tetap tumbuh di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik yang tidak menentu.
Baca Juga
Dharma Polimetal (DRMA) Tebar Dividen Rp 329,4 Miliar dan Angkat Direktur Dian Eka Hartiningsih
Manajemen tetap optimistis dapat mencapai target pertumbuhan pendapatan 10% sepanjang 2026. Perseroan mengaku telah memperhitungkan berbagai tantangan yang dihadapi industri otomotif saat ini.
“Sebagai pelaku bisnis, kami dituntut untuk selalu optimistis dan mampu melihat celah usaha dalam segala situasi. Untuk itu DRMA sudah menyiapkan strategi untuk bisa mencapai target pertumbuhan pendapatan tersebut,” tambah Irianto.
Guna mencapai target tersebut, perseroan akan mempertahankan pelanggan loyal serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Upaya efisiensi juga dilakukan dengan menekan berbagai biaya operasional. “Segala bentuk pengeluaran yang bisa dikategorikan sebagai pemborosan harus dihilangkan, baik di dalam maupun di luar kegiatan operasional,” tegasnya.

