Dharma Polimetal (DRMA) Optimistis Pendapatan 2024 Meningkat
JAKARTA, investortrust.id – PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) optimistis pendapatan perusahaan sepanjang 2024 meningkat, dari kinerja tahun lalu yang diproyeksi mencapai Rp 5,5 triliun. Namun manajemen belum membagikan besaran target tahun ini.
Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso menjelaskan, harapan tersebut dilatarbelakangi pelonggaran aturan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 40% untuk kendaraan listrik. Semula aturan ini ingin dicapai pada 2024, namun pemerintah memundurkan target ke 2026 melalui Perpres Nomor 79 Tahun 2023.
Irianto pun optimistis, relaksasi aturan TKDN tersebut, memberi dampak positif. Buktinya, akhir-akhir ini marak peluncuran mobil listrik dengan harga yang lebih murah karena dirakit di Indonesia dengan menggunakan komponen lokal.
“Ini merupakan potensi besar bagi bisnis produksi komponen otomotif yang dijalankan DRMA,” ujar Irianto, Rabu (17/1/2024).
Baca Juga
Dharma Polimetal (DRMA) Optimistis Pendapatan 2023 Tembus Rp 5,5 Triliun
Emiten manufaktur komponen otomotif itu pun mengaku siap merebut pasar komponen kendaraan listrik yang membesar. Pasalnya, regulasi tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan tersebut, bertujuan menarik minat investor dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
“Tujuannya memberi kesempatan bagi para merek luar untuk berinvestasi di Indonesia dan melakukan lokalisasi, sehingga industri komponen mobil listrik lokal dapat tumbuh dan berkembang,” sambung Irianto.
Dengan memanfaatkan fleksibilitas yang diberikan oleh perubahan regulasi, DRMAberkomitmen mengembangkan komponen-komponen inovatif, meningkatkan kualitas, dan memperluas kapasitas produksi komponen, khususnya terkait kendaraan listrik.
Perusahaan berencana melakukan ekspansi guna memenuhi permintaan dari merek-merek otomotif di Indonesia, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Baca Juga
VinFast Asal Vietnam Bakal Kucurkan US$ 1,2 M Kembangkan Kendaraan Listrik di Indonesia
“DRMA akan mendukung penuh setiap kebijakan pemerintah, terutama terkait upaya percepatan pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Kami akan memanfaatkan aturan TKDN untuk semakin meningkatkan kapasitas produksi dan perluasan portofolio komponen kami sehingga semakin diperhitungkan di pasar internasional,” tegas Irianto.
Dia menginformasikan, DRMA telah memproduksi komponen otomotif untuk klien-klien dengan beberapa merek ternama dari Jepang dan Korea. Beberapa merek ternama tersebut telah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi komponen mereka, yang kemudian komponennya akan diekspor ke berbagai negara lain.
Merek-merek dimaksud, meliputi Daihatsu, Toyota, Mitsubishi Motors, dan Hyundai yang menjadi empat merek mobil teratas dalam melakukan ekspor sepanjang 2023. Perseroan juga dipercaya untuk pengadaan komponen bagi merek-merek lain, seperti suspension member untuk Yaris Cross, Hyundai Creta, dan Stargazer.
“Oleh karena itu, dengan kelonggaran TKDN yang diberikan pemerintah, DRMA bersiap untuk turut membidik pasar luar negeri melalui para pelanggannya,” tutup Irianto.

