Dharma Polimetal (DRMA) Bidik Pertumbuhan Penjualan 10% Tahun 2025, Diversifikan Ini Jadi Penopang
JAKARTA, investortrust.id – PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) membidik pertumbuhan penjualan sebesar 10% (yoy) pada 2025, dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai Rp 5,50 triliun. Pertumbuhan tersebut akan dikejar dengan sejumlah katalis berikut.
Emiten manufaktur komponen otomotif itu mengaku telah giat mendiversifikasi portofolio produknya untuk dapat menciptakan alternatif pendapatan. Salah satu diversifikasi usaha yang sedang dikembangkan adalah Battery Energy Storage System (BESS) di pabrik baru milik anak usaha, yaitu PT Dharma Controlcable Indonesia (DCI).
Berbeda dari bisnis utama di bidang otomotif yang digeluti Dharma Polimetal selama ini, BESS adalah baterai penyimpan energi yang umumnya digunakan untuk menyimpan energi dari panel surya.
Baca Juga
Dharma Polimetal (DRMA) Catatkan Laba Atribusi 2024 Rp 579,28 Miliar
“Di portofolio bisnis yang baru dirintis ini, perseroan sudah berhasil memasok BESS sebanyak 600 unit kepada salah satu pengembang perumahan,” jelas manajemen dalam keterangan resmi, Selasa (22/4/2025).
Perusahaan juga telah menginformasikan komitmennya dalam memanfaatkan peluang di sektor kendaraan listrik (EV) sejak tahun lalu. Dharma Polimetal secara proaktif mengembangkan komponen kendaraan listrik dan membangun ekosistem EV sendiri melalui Dharma Connect. “Demi menjaga pengembangan dan pertumbuhan bisnis perusahaan agar semakin tangguh dan berkelanjutan,” ungkap mereka.
Sejak akhir 2024, perusahaan telah memproduksi auxiliary battery di bawah merek sendiri, yaitu DC Battery yang merupakan bagian dari ekosistem Dharma Connect.
Berbeda dengan sebagian besar auxiliary battery yang beredar di pasar saat ini, DRMA fokus pada teknologi berbasis lithium, yang menawarkan daya tahan lebih lama dengan harga yang tetap kompetitif.
Baca Juga
Dharma Polimetal (DRMA) Rambah Bisnis Baterai Penyimpan Energi Panel Surya
Saat ini, seluruh penjualan produk tersebut masih ditujukan untuk pasar ekspor, namun perseroan tengah mengkaji potensi ekspansi ke pasar domestik. “Adanya tambahan pendapatan dari bisnis yang baru ini diharapkan akan memperkuat kemampuan perseroan dalam mencapai target pertumbuhan penjualan 10% di tahun 2025,” tutur manajemen.
Sebagai gambaran, tahun lalu perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp 5,5 triliun. Sehingga bila target ini tercapai, DRMA diprediksi mampu mencatatkan penjualan Rp 6,05 triliun tahun ini.
Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso pun menyatakan, akan terus berupaya mencari sumber-sumber pertumbuhan baru. Terutama bisnis yang tidak terlalu terpengaruh oleh naik turunnya penjualan otomotif, baik yang masih berhubungan dengan industri otomotif maupun di luar otomotif.
Hal itu akan direalisasikan dengan memanfaatkan kompetensi yang sudah manajemen miliki, maupun dengan menghasilkan inovasi baru. Di samping itu, perusahaan juga akan mengambil peluang untuk terus memperbaiki efisiensi melalui teknologi tepat guna dan otomasi. “Ini akan membuat DRMA semakin kompetitif dan profitable,” tegasnya.

