Pengendali Cipta Perdana (PART) Borong Saham Jelang Rights Issue dan Buyback
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama sekaligus pemegang saham pengendali PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART), Hamim, menambah kepemilikan sahamnya sebanyak 1,88 juta melalui transaksi di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI). Pembelian ini dinilai sebagai keyakinan terhadap fundamental dan prospek bisnis perseroan.
Apalagi pembelian saham tersebut dilakukan menjelang pelaksanaan penerbitan saham baru atau rights issue senilai Rp 200 miliar. Aksi tersebut juga dilakukan menjelang pelaksanaan pembelian kembali (buy back) saham.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pekan lalu, pembelian tersebut meningkatkan kepemilikan langsung Hamim menjadi 273,88 juta saham setara dengan 9,61% hak suara perseroan. Transaksi tersebut menggunakan dana pribadi dan bertujuan untuk investasi.
Baca Juga
Tak Hanya Otomotif, Cipta Perdana (PART) Ekspansi ke Bisnis Pengolahan Sampah
“Pembelian ini mencerminkan keyakinan saya terhadap fundamental dan arah bisnis PART ke depan. Saya melihat harga saham saat ini belum sepenuhnya mencerminkan nilai Perseroan,” ujar Hamim dalam keterangan pers, Senin (26/10/2026).
Sebagai pemegang saham pengendali, Hamim menegaskan komitmennya untuk mempertahankan pengendalian dan mendukung pertumbuhan PART secara berkelanjutan.
Sejalan dengan komitmen tersebut, PART tengah menyiapkan langkah strategis untuk mendukung pengembangan usaha dan pengelolaan permodalan. Perseroan berencana menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan atas dua rencana aksi korporasi, yakni penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue dan pembelian kembali saham (buyback).
Dalam rencana pertama, PART akan meminta persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan rights issue dengan nilai sebanyak Rp 200 miliar. Dana tersebut, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk penguatan modal kerja. Penggunaannya mencakup pembelian bahan baku, peningkatan aktivitas produksi, kebutuhan operasional, serta pengembangan usaha. Rights issue segera setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dan pernyataan efektif dari OJK.
Baca Juga
Tiga Katalis Kebangkitan Astra (ASII): Laba, Dividen, dan Buyback Saham
Selain rights issue, PART berencana meminta persetujuan pemegang saham untuk melakukan buyback sebanyak-banyaknya 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Pelaksanaan kedua aksi korporasi tersebut akan mempertimbangkan kondisi pasar, kesiapan dan kebutuhan perseroan, ketersediaan dana, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Rencana rights issue dan buyback tersebut menjadi bagian dari langkah strategis PART dalam mendukung kebutuhan permodalan sekaligus pengembangan bisnis perseroan.
Cipta Perdana (PART) merupakan perusahaan manufaktur yang memiliki pengalaman dalam memproduksi komponen otomotif. Kapabilitas manufaktur dan engineering perseroan mencakup proses stamping, welding, fabrikasi, perakitan, hingga pengendalian kualitas (quality control).
