Cipta Perdana (PART) Siapkan Right Issue Rp 200 Miliar hingga Pengembangan Usaha Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) menyiapkan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue senilai Rp 200 miliar. Selain itu, perseroan tengah pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 10%.
Manajemen PART menyebutkan bahwa dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut untuk memperkuat modal kerja. Penggunaan tersebut mencakup kebutuhan pembelian bahan baku, peningkatan aktivitas produksi, kebutuhan operasional, serta pengembangan usaha PART.
Pelaksanaan right issue direncanakan dengan memperhatikan kondisi pasar dan kebutuhan perseroan. Aksi korporasi ini ditargetkan terealisasi pada kuartal I-2027 dengan tetap memperhatikan kesiapan perseroan dan kondisi pasar.
Baca Juga
Diversifikasi Usaha Jadi Penopang, Laba Cipta Perdana (PART) Diproyeksi Melambung 46,18%
Selain right issue, PART merencanakan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Untuk aksi tersebut, Perseroan menyiapkan anggaran maksimal Rp 10 miliar. Buyback saham direncanakan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu paling lama 12 bulan setelah memperoleh persetujuan RUPSLB.
Manajemen menyebutkan bahwa PART akan fokus terhadap penguatan bisnis komponen otomotif dan pengembangan portofolio manufaktur serta engineering di berbagai sektor. PART juga berkomitmen membangun sumber pertumbuhan yang lebih beragam dan berkelanjutan.
“Perseroan akan menjalankan strategi tersebut secara bertahap dengan memperhatikan disiplin operasional, efisiensi produksi, kebutuhan pelanggan, serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” tulis manajemen PART.
Kinerja Bertumbuh
Sementara itu, perseroan mengungkap pertumbuhan kuat kinerja keuangan sepanjang tahun 2025. Penjualan meningkat 38,23% menjadi Rp 369,59 miliar dari Rp 267,38 miliar pada 2024. Pertumbuhan ini diikuti peningkatan profitabilitas yang ditunjukkan kenaikan laba kotor sebanyak 20,93% menjadi Rp 70,78 miliar dari Rp 58,53 miliar.
Sementara itu, laba usaha meningkat 29,93% menjadi Rp 40,62 miliar dari Rp 31,26 miliar. Laba bersih juga tumbuh 29,97% menjadi Rp30,21 miliar dari Rp23,24 miliar. Direktur PART Tjoeng Rino Saputra mengatakan, pertumbuhan kinerja pada 2025 menjadi landasan bagi perseroan untuk melanjutkan pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Baca Juga
Megalestari Epack (EPAC) Siapkan Dua Aksi Korporasi Besar, Tujuan Ini diungkap
“Pertumbuhan kinerja tahun 2025 menjadi landasan penting bagi Perseroan untuk melanjutkan pengembangan usaha secara berkelanjutan. Ke depan, kami akan tetap memperkuat bisnis komponen otomotif sebagai fondasi Perseroan, sekaligus mengembangkan kapabilitas engineering dan manufaktur untuk menjangkau kebutuhan industri yang lebih beragam,” ujar Tjoeng Rino Saputra.
Guna menopang pertumbuhan kinerja, dia mengatakan, bisnis komponen otomotif tetap menjadi salah satu fondasi utama kegiatan usaha PART. Sejalan dengan perkembangan kemampuan manufaktur, Perseroan juga mengembangkan produk dan solusi engineering yang dapat diaplikasikan di berbagai sektor industri.
Pengembangan tersebut memanfaatkan kapabilitas PART dalam engineering, stamping, welding, fabrikasi, perakitan, serta quality control. Beberapa produk yang tengah dikembangkan antara lain mesin pengering food tray, mesin panjat kelapa, gas oil water fryer, mesin penabur dolomit, serta mesin digester Somya atau mesin pengolahan limbah.
Baca Juga
Dibayangi Inflasi dan Harga Minyak, Yield Treasury AS Kembali Melonjak
Pengembangan produk tersebut membuka peluang bagi PART untuk memperluas cakupan pasar ke sektor peralatan pengolahan pangan, pertanian, pengolahan limbah, serta mesin dan peralatan industri.
Diversifikasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar, kesiapan teknologi dan produksi, kapasitas Perseroan, serta kelayakan ekonomi dari setiap pengembangan produk.
PART juga Pengembangan lini bisnis non-otomotif menjadi bagian dari strategi jangka menengah PART untuk memperluas basis pendapatan sekaligus mengoptimalkan kapabilitas manufaktur yang telah dimiliki. Melalui kemampuan engineering dan manufaktur yang terus dikembangkan, PART menjajaki berbagai aplikasi mesin dan peralatan untuk kebutuhan pertanian, pengolahan pangan, pengolahan limbah, hingga peralatan industri lainnya.
