Diversifikasi Usaha Jadi Penopang, Laba Cipta Perdana (PART) Diproyeksi Melambung 46,18%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) optimistis strategi diversifikasi usaha ke sektor non-komponen otomotif akan menjadi penopang pertumbuhan kinerja pada 2026. Strategi ini diproyeksikan mendorong laba bersih tumbuh lebih tinggi dibandingkan pendapatan.
PART memproyeksikan pendapatan 2026 mencapai Rp 413,62 miliar, meningkat sekitar 11,91% dibandingkan pendapatan 2025 sebesar Rp 369,59 miliar. Adapun laba bersih PART diproyeksikan mencapai Rp44,16 miliar pada 2026 atau melambung 46,18%, dibandingkan torehan tahun 2025 sebesar Rp 30,21 miliar. Laba per saham (EPS) ditargetkan sebesar Rp 15,49 per saham pada akhir 2026, dibandingkan Rp 11,29 per saham pada 2025.
Baca Juga
Eagle High (BWPT) Bantah FELDA Pemegang Saham BWPT, Tegaskan FICP Masih Tercatat
Hingga semester I-2026, PART telah membukukan pendapatan Rp 177,64 miliar dan laba bersih Rp9,11 miliar. Dengan demikian, semester II 2026 menjadi periode penting bagi Perseroan dalam mencapai target kinerja setahun penuh sejalan dengan peningkatan kontribusi kegiatan usaha non-otomotif.
Strategi diversifikasi usaha tersebut mulai dikembangkan sejak semester II 2025. PART juga tetap mempertahankan bisnis komponen otomotif sebagai bisnis inti, sekaligus mengembangkan sumber pertumbuhan baru melalui kegiatan fabrikasi mesin dan peralatan untuk berbagai kebutuhan industri.
Saat ini, bisnis non-otomotif PART mencakup produksi berbagai jenis mesin untuk kebutuhan pertanian serta peralatan rumah tangga yang berkaitan dengan program pemerintah maupun non-pemerintah di sektor pertanian dan industri makanan dan minuman.
Perseroan menilai diversifikasi tersebut bukan untuk menggantikan bisnis komponen otomotif, melainkan menjadi complementary growth engine yang diharapkan dapat memperluas pasar, meningkatkan utilisasi kemampuan fabrikasi, serta memberikan kontribusi tambahan terhadap pendapatan dan laba.
Baca Juga
IHSG Dibuka Lanjutkan Rebound 0,21%, Saham BIKE hingga BAPA Melesat
Manajemen Cipta Perdana (PART) dalam keterangan resminya menyebutkan bahwa strategi diversifikasi diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. “Diversifikasi dilakukan bukan untuk meninggalkan bisnis otomotif, tetapi untuk memperkuat PART melalui sumber pertumbuhan baru,” tulisnya.
Perseroan, terang manajemen PART, tetap menjaga bisnis komponen otomotif sebagai fondasi utama, sekaligus mengembangkan kemampuan fabrikasi untuk menangkap peluang di sektor non-otomotif. “Kami berharap kombinasi kedua segmen ini dapat mendorong pertumbuhan pendapatan sekaligus meningkatkan profitabilitas perseroan secara berkelanjutan,” tulisnya.
Selain pertumbuhan pendapatan dan laba, total aset diproyeksikan mencapai Rp 424,34 miliar tahun ini , meningkat dari Rp 335,71 miliar pada akhir 2025. Sementara itu, ekuitas diproyeksikan naik menjadi Rp 234,55 miliar dari Rp 184,85 miliar.
