Saham Perdana Melesat, Cipta Perdana (PART) Bidik Kenaikan Pendapatan 15%
JAKARTA, investortrust.id - Emiten manufuktur komponen suku cadang otomotif dan elektronik, PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART), menargetkan kenaikan pendapatan 15% tahun ini atau usai listing perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Tahun lalu, PART menorehkan kenaikan pendapatan menjadi Rp 238,10 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 190,54 miliar. Namun, laba bersih perseroan turun menjadi Rp 15,98 miliar pada tahun 2023, dibanding tahun 2022 sebesar Rp 17,00 miliar.
Baca Juga
Direktur PART Tjoeng Rino Saputra mengatakan, pertumbuhan pendapatan perseroan akan didukung peningkatan kerja sama yang sedang berlangsung dan adanya penambahan produksi usai penambahan mesin.
“Kami sudah order mesin dan segtera dipasang, sehingga kapasitas produksi mulai naik untuk melayani kenaikan permintaan suku cadanga dari 45 customer perusahaan domestik,” ujar Tjoeng usai Seremoni Pencatatan Umum Perdana Saham PART di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (5/7/2024).
PART menargetkan peningkatan volume produksi dalam jangka pendek dari saat ini 95% menjadi 100%. Lebih lanjut, PART juga berencana untuk membangun gedung baru di pabrik seluas 2,3 hektare yang berlokasi di Tangerang.
“Di dalam pabrik kita ini, masih ada lahan seluar 2,3 hektare yang kosong yang bisa dibangun, tapi itu jangka panjang. Jangka pendeknya pilih mesinnya dulu dan full capacity dulu, lalu bergerak bangun tempat pabrik lagi,” tuturnya.
Sedangkan pergerakan harga saham PART hingga pukul 15.00 WIB telah menguat Rp 30 (28,57%) menjadi Rp 135. Saham yang resmi listing hari ini bergerak dalam rentang Rp 138-141.
Baca Juga
IPO, Cipta Perdana Lancar Pasang Harga Penawaran Awal Rp 100 – Rp 105
Saat ini, kontribusi penjualan terbesar dari Perseroan adalah di wilayah Jabodetabek. Cipta Perdana (PART) menetapkan harga Initial Public Offering (IPO) Rp 105 per saham, sehingga total dana yang berpotensi diruap sebesar Rp 71,40 miliar.
Seluruh dana yang diperoleh Perseroan dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan sekitar 54,39% akan digunakan untuk belanja modal dalam rangka ekspansi bisnis.
Grafik Saham PART

