Bitcoin di Persimpangan, Analis Proyeksikan Level US$75.000 hingga US$100.000
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga Bitcoin (BTC) berada di kisaran US$80.729 atau turun 0,53% dalam sehari menurut data Coinmarketcap, Sabtu (24/102/206) pukul 07.20 WIB setelah gagal mempertahankan level harga yang lebih tinggi. Sejumlah analis memantau level support US$81.500, dengan skenario pergerakan berikutnya berkisar antara penurunan menuju US$75.000 dan pemulihan ke US$90.500.
Tekanan terhadap Bitcoin terjadi bersamaan dengan arus keluar bersih dana yang diperdagangkan di bursa (exchange-traded fund/ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Farside Investors, ETF Bitcoin spot mencatat arus keluar bersih sebesar US$635,6 juta pada 22 Oktober 2026.
Penarikan tersebut terjadi setelah ETF Bitcoin spot mencatatkan arus masuk bersih selama tiga sesi perdagangan berturut-turut, yakni US$526,7 juta pada Senin, US$23,2 juta pada Selasa, dan US$524,8 juta pada Rabu. Meski terjadi pembalikan arus pada Kamis, akumulasi arus bersih selama empat sesi tersebut masih positif sekitar US$439,1 juta.
IBIT milik BlackRock mencatat arus keluar bersih terbesar sebesar US$254,1 juta, diikuti FBTC milik Fidelity sebesar US$217,5 juta dan ARKB dari ARK 21Shares sebesar US$109,4 juta.
Baca Juga
Terkoreksi 4%, Kekhawatiran Belanja AI dan Geopolitik Tekan Harga Bitcoin
Analis pasar kripto That Martini Guy menyebut Bitcoin mengalami penolakan harga di sekitar US$84.800. Ia mengidentifikasi US$81.500 sebagai level support terdekat dan US$79.500 sebagai target penurunan berikutnya jika tekanan jual berlanjut.
Sementara itu, Alex Marzell menilai area US$81.000–US$82.000 menjadi titik penting dalam pergerakan harga Bitcoin setelah aset kripto tersebut ditolak di sekitar US$88.000. Jika area tersebut gagal dipertahankan, harga berpotensi turun menuju US$75.000.
Analis lain, Pierre, turut menyoroti rentang US$79.000–US$80.000. Menurutnya, jika area tersebut tidak mampu menahan tekanan jual, Bitcoin berpotensi bergerak menuju support moving average di kisaran US$73.000–US$76.000.
Sebaliknya, Pierre menilai pemulihan harga di atas US$84.000 dapat membuka peluang kenaikan menuju US$89.000–US$90.000. That Martini Guy juga memantau US$83.500 sebagai ambang pemulihan awal.
Baca Juga
Kalahkan Emas, Saham, Obligasi, JPMorgan Prediksi Bitcoin Bisa Tumbuh 10% per Tahun
Di tengah tekanan harga, sejumlah analis masih melihat peluang pemulihan Bitcoin. CrediBULL Crypto memperkirakan harga dapat kembali menuju US$90.500, yang disebut sebagai level swing high sebelumnya. Namun, skenario tersebut bergantung pada munculnya momentum beli baru.
Crypto Patel menetapkan target kenaikan di atas US$100.000 dengan US$87.300 sebagai level resistensi penting. Proyeksi tersebut bergantung pada terbentuknya struktur pergerakan harga yang mendukung skenario bullish.
Satoshi Stacker juga menyoroti estimasi basis biaya (cost basis) pemegang ETF Bitcoin spot AS di sekitar US$81.000. Angka tersebut merupakan estimasi yang disampaikan analis dan bukan data pembelian tingkat penerbit yang telah diverifikasi secara independen.
Sementara itu, SuperBitcoinBro menilai rentang harga saat ini berada di dekat batas bawah fase konsolidasi dan melihat peluang akumulasi posisi beli. Namun, pandangan tersebut belum memastikan waktu dimulainya pemulihan berkelanjutan.
Pergerakan Bitcoin selanjutnya akan bergantung pada kemampuannya mempertahankan area support dan menembus resistensi terdekat. Arus keluar ETF dan pelemahan harga yang terjadi bersamaan belum dengan sendirinya membuktikan hubungan sebab-akibat langsung.
