IHSG Menguat Paling Tinggi di Dunia Pekan Ini, tetapi Jadi yang Terburuk Sepanjang 2026
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) catatkan penguatan sebanyak 254,15 poin (4,90%) menjadi 5.439 sepanjang pekan ini. Sebaliknya penjualan bersih (net sell) saham oleh pemodal asing meningkat menjadi Rp 6,67 triliun.
Lompatan IHSG pekan ini berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya dengan penurunan dahsyat mencapai 908 poin (14,91%) menjadi 5.185. Penurunan pekan lalu dipicu atas keputusan MSCI yang tengah berkonsultasi untuk mengusulkan penurunan peringkat pasar saham Indonesia menjadi standalone market.
Baca Juga
Penguatan indeks pekan ini terdorong lompatan harga saham big cap, seperti BMRI menguat 15,04%, BBRI naik 10,23%, TLKM melesat 17,89%, BREN naik 28,3%, BBNI naik 15,15%. Kenaikan juga didukung penguatan saham ASII sebanyak 8,59%, BRPT sebanyak 19,01%, AMMN mencapai 7,75%, UNTR sebanyak 11,82%, dan TPIA mencapai 10,37%.
Kenaikan indeks juga ditopang penguatan seluruh sektor saham pekan ini, seperti sektor transportasi naik 9,02%, sektor energi menguat 6,37%, sektor property naik 5,39%, infrastruktur 5,68%, sektor keuangan 4,96%, material dasar 4,09%, industry naik 4,39%.
Berdasarkan data penguatan IHSG BEI tercatat tertinggi di dunia sepanjang pekan ini mencapai 4,90%. Selanjutnya disusul pasar saham Vietnam dengan kenaikan 2,23% dan Dow Jones naik 1,66%. Bahkan penguatan indeks terjadi saat mayoritas pasar saham dunia mengalami penurunan.
Meski berhasil IHSG berhasil menguat paling pesat di dunia pekan ini, kinerja sepanjang year to date (ytd) masih menyesakkan dengan penurunan 37,10%. Hal ini menjadikan penurunan indeks saham BEI merupakan yang terburuk di dunia tahun ini, bandingkan dengan engara Asean lainnya seperti Thailan dengan kenaikan 24,05% dan Singapura menguat 16,70%.
Net Sell Jumbo
Meski IHSG catatkan rekor penguatan tertinggi di dunia pekan ini, pemodal asing terpantau justru agresif merealisasikan net sell saham senilai Rp 6,78 triliun, bandingkan dengan pekan lalu dengan net sell hanya Rp 3,19 triliun.
Baca Juga
Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan
Net sell saham terbanyak pekan ini disumbangkan BBRI mencapai Rp 2,87 triliun dan BBRI senilai Rp 2,09 triliun. Sisanya dikontribusikan saham TLKM senilai Rp 569,60 miliar, BMRI senilai Rp 498,23 miliar, dan BRIS mencapai Rp 317,17 miliar.
Adapun lima saham dengan pembelian bersih (net buy) terbanyak pekan ini, yaitu ENRG senilai Rp 733,82 miliar, CARE mencapai Rp 376,87 miliar, TRUK mencapai Rp 129,26 miliar, dan NATO Rp 110,29 miliar. Empat saham tersebut didominasi transaksi negosiasi. Lainnya AMMN dengan pembelian bersih saham mencapai Rp 96,96 miliar.
Berlanjutnya aksi jual saham oleh pemodal asing membuat total net sell saham di BEI sepanjang ytd meningkat menjadi Rp 94,86 triliun atau setara dengan US$ 5,25 miliar. Aksi jual ini berbanding terbalik dengan PER pasar saham nasional yang sudah mencapai 11,69 kali dan PBV mencapai 1,45 kali.
