IHSG Ditutup Menguat ke 8.271 Pekan Ini, Namun Kinerjanya masih Jadi yang Terburuk di Dunia Sepanjang 2026
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini ditutup menguat 52 poin (0,35%) menjadi 8.271. Rentang pergerakan 8.227-8.376 dengan rata-rata nilai transaksi Rp 23,89 triliun.
Kenaikan indeks hanya terjadi dalam satu hari dari tiga hari transaksi bursa efek sepanjang pekan ini. Penguatan tersebut mendorong kenaikan kapitalisasi pasar (market cap) BEI dari Rp 14.889 triliun menjadi Rp 14.941 triliun.
Baca Juga
Di Hadapan Investor Global, Prabowo Tegaskan Kepastian Hukum dan Perkuat Kepercayaan Pasar
Beberapa saham pendorong penguatan indeks pekan ini adalah saham AMMN dengan kenaikan 4,64%, MDKA dengan kenaikan 11,49%, BBRI dengan penguatan 1,59%, MBMA dengan kenaikan 17.93%, dan FILM dengan kenaikan 12,78%. Kenaikan indeks juga didukung penguatan pesat saham NSS sebanyak 31,21% dan BIPI mencapai 35,71%. Kenaikan tersebut juga didukung penguatan sebanyak 460 saham.
Penguatan indeks pekan ini juga didukung capital inflow atau arus masuk dana asing senilai Rp 2,07 triliun. Berbanding terbalik dengan penjualan bersih (net sell) saham oleh pemodal asing senilai Rp 5,47 triliun pekan lalu. Hal ini menjadikan total net sell saham sepanjang year to date (ytd) berkurang menjadi Rp 14,41 triliun.
Saham dengan net buy terbanyak pekan ini disumbangkan saham IMPC senilai Rp 625,97 miliar, BMRI senilai Rp 620,22 miliar, BBRI mencapai Rp 611,88 miliar, SMMA mencapai Rp 488,39 miliar, dan SUPA senilai Rp 361,92 miliar.
Baca Juga
Wall Street Menguat Setelah MA Batalkan Tarif Resiprokal Trump, Dow Melonjak Lebih 200 Poin
Sebaliknya lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak pekan ini ditorehkan saham BUMI senilai Rp 855,37 miliar, BBCA senilai Rp 705,22 miliar, INKP senilai Rp 165,29 miliar, GOTO mencapai Rp 138,67 miliar dan PTRO sebanyak Rp 120,72 miliar.
Meski mengalami penguatan pekan ini, kinerja IHSG BEI masih menempati posisi terburuk di pasar saham Asia, bahkan dunia sepanjang ytd tahun ini. Penurunan IHSG sepanjang ytd mencapai 4,34%. Bandingkan dengan dengan pasar Asia lainnya, seperti SET Index Thailand melesat 17,47% dan Kospi Indeks Korea dengan kenaikan 37,83%.

