IHSG Kembali Melesat ke 5,439, Saham ARA Bertebaran Dipimpin WMUU
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (23/10/2026), ditutup lanjutkan penguatan 51,35 poin (0,95%) menjadi 5.439. Rentang pergerakan 5.366-5.455 dengan nilai transaksi Rp 13,79 triliun.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan mayoritas sektor saham, sektor industry naik 3,12%, energi naik 2,48%, konsumer primer naik 3,13%, sektor infrastruktur naik 1,91%, sektor transportasi menguat 1,59%, sektor property naik 0,71%, material dasar naik 0,74%, konsumer non primer menguat 0,98%, sektor teknologi menguat 0,46%, sektor keuangan naik 0,14%, dan sektor kesehatan menguat, 0,09%.
Baca Juga
Pemulihan Margin Unilever (UNVR) masih Butuh Waktu, EBIT Turun
Sejalan dengan penguatan tersebut, beberapa saham berikut catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham WMUU naik 33,33% menjadi Rp 36, TOBA menguat 25% menjadi Rp 520, FAST naik 25% menjadi Rp 380, PTSP naik 25% menjadi Rp 2.250, KONI naik 24,91% menjadi Rp 1.680.
ARA juga melanda saham ASLI sebanyak 24,83% menjadi Rp 362, IRSX menguat 24,77% menjadi Rp 272, SEMA menguat 24,67% menjadi Rp 374. Meski tak ARA, saham berikut catatkan kenaikan lebih dari 20%, yaitu ANDI, FIRE, BUVA, MKNT, dan TCPI.
Kemarin, IHSG ditutup menguat 59,55 poin (1,12%) menjadi 5.387 disertai dengan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,49 triliun. Net sell terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu BBCA senilai Rp 624,61 miliar, TLKM senilai Rp 332,23 miliar, dan BBRI mencapai Rp 257,92 miliar.
Baca Juga
Anak Usaha CDIA Ekspansi Bisnis Tangki Bitumen Kapasitas 12.000 m³, Perkuat Industri Konstruksi
Penguatan IHSG ini ditopang atas kenaikan hampir seluruh sektor saham, seperti energi naik 1,88%, material dasar naik 0,94%, industry naik 0,36%, konsumer non primer naik 0,88%, konsumer primer menguat 0,60%, kesehatan naik 1,09%, keuangan menguat 1,25%, property naik 0,52%, infrastruktur naik 1,28%, dan transportasi naik 1,64%. Sebaliknya sektor teknologi turun 0,66%.
Kenaikan IHSG kali ini juga ditopang lompatan sejumlah saham big cap, seperti BREN naik 7,41% menjadi Rp 2.320, BBRI naik 3,20% menjadi Rp 2.900, BMRI naik 4,05% menjadi Rp 3.850, BBNI naik 4,92% menjadi Rp 3.410, AMMN naik 5,61% menjadi Rp 3.950. Sebaliknya saham BBCA alami penurunan.
Adapun saham dengan kenaikan harga tertinggi, yaitu ASMI naik 35% menjadi Rp 27, ENAK naik 34,81% menjadi Rp 182, AYLS menguat 25% menjadi Rp 200, BUKK naik 25% menjadi Rp 1.225, PTSP naik 25% menjadi Rp 1.800, PNSE menguat 25% menjadi Rp 700, ARTA menguat 24,65% menjadi Rp 2.680, TOBA melambung 24,55% menjadi Rp 416, PTSN naik 24,46% menjadi Rp 346, dan OASA menguat 23,75% menjadi Rp 198.
