IHSG Ditutup di Zona Hijau Berkat Saham EMAS, ARA Bertebaran Dipimpin AWAN hingga RLCO
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/1/2026), naik tipis 0,83 poin (0,01%) menjadi 9.134. Rentang pergerakan 9.120-9.174 dengan nilai transaksi Rp 27,4 triliun.
Kenaikan tipis indeks dipicu atas penurunan dalam tiba-tiba saham DSSA lebih dari 10% menjadi Rp 102.000. Penurunan tersebut berdampak besar terhadap indeks, karena DSSA tercatat sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar saham masuk lima besar.
Adapun saham penyelamat IHSG dari kejatuhan hari ini datang dari kenaikan pesat saham EMAS sebanyak 18,18% menjadi Rp 6.500, MDKA naik 4,90% menjadi Rp 3.210, dan ADMR naik 6,46%.
Baca Juga
Merdeka Gold (EMAS) Jawara Hari Ini: Harga Meroket 10%, Kalahkan Emiten Emas Lain
Sedangkan secara sektor, mayoritas terjadi penguatan seperti sektor konsumer primer naik 2,08%, sektor material dasar 2,49%, sektor industry 1,86%, sektor konsumer non primer 1,09%, sektor konsumer primer 1,45%, dan sektor kesehatan 1,51%.
Sedangkan saham penopang utama kenaikan tersebut adalah lompatan harga saham EMAS, MDKA, EXCL, MLPT, RISET, ADMR, hingga saham MLPT.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti AWAN menguat 34,50% menjadi Rp 230, TOSK menguat 34,85% menjadi Rp 89, dan BAIK naik 34,69% menjadi Rp 264. ARA juga melanda saham IFII sebanyak 25% menjadi Rp 290, AIMS naik 25% menjadi Rp 525, KDTN naik 25% menjadi Rp 1.575, dan NATO naik 25% menjadi Rp 775.
ARA juga melanda saham KEEN sebanyak 24,76% menjadi Rp 1.285, ELIT naik 24,49% menjadi Rp 366, CARE menguat 24,81% menjadi Rp 830, VISI menguat 24,86% menjadi Rp 462, HOPE naik 24,48% menjadi Rp 356, KICI naik 24,30% menjadi Rp 266, TRON naik 24,56% menjadi Rp 284, RISE naik 19,85% menjadi Rp 7.850, dan RLCO naik 20% menjadi Rp 8.700.
Baca Juga
Samuel Sekuritas Matangkan IPO Saham 5 Perusahaan Ini, Bakal Menyerupai RLCO?
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 58,46 poin (0,64%) ke level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) menjadi 9.133. Sebaliknya investor asing berbalik mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 710,54 miliar didominasi BBCA senilai Rp 444,73 miliar.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor konsumer primer 2,45%, sektor energi 0,96%, sektor infrastruktur 0,90%, konsumer non primer 0,72%, dan sektor industry 0,29%. Sebaliknya penruunan melanda saham sektor material dasar, keuangan, hingga transportasi.
Sejalan dengan kenaikan tersebut, beberapa saham ini mencatatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti ESTI naik 34,74% menjadi Rp 256, ZATA menguat 34,57% menjadi Rp 109, BELL naik 34,55% menjadi Rp 148, dan INOV menguat 34,43% menjadi Rp 246.

