IHSG Ditutup Naik 0,34%, Saham ARA Bertebaran Dipimpin CDIA dan COIN
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (18/7/2025), akhirnya ditutup hanya naik 24,9 poin (0,34%) menjadi 7.311, meski intraday sesi I sempat menyentuh rekor tertinggi tahunan 7.401. Nilai transakasi saham sepanjang hari mencapai Rp 14,66 triliun.
Penguatan tersebut terdorong kenaikan saham sektor teknologi 4,55%, sektor infrastruktur 3,23%, sektor kesehatan 1,39%, sektor material dasar 0,87%, sektor industry 0,52%, dan sektor energi 0,33%. Sisanya konsumer non primer, keuangan, property, dan transportasi melemah.
Baca Juga
Saham CDIA dan COIN kembali ARA hingga 7 Hari Beruntun, Suspensi dan FCA Menanti?
Penguatan tersebut terdorong kenaikan saham emiten yang dikendalikan Prjogo Pangestu, yaitu BREN, CDIA, dan BRPT. Begitu juga dengan saham DCII yang dikendalikan Otto Toto Sugiri bersama tiga pemegang saham lainnya ikut menopang penguatan tersebut. Sebagaimana diketahui empat saham tersebut memiliki kapitalisasi pasar besar, bahkan BREN kini menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di bursa Rp 1.070 triliun menyalip BBCA bernilai Rp 1.038 triliun.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham ini cetak penguatan hingga ARA, yaitu saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) ditutup melesat ARA dengan kenaikan 25% menjadi Rp 975 dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) melesat 24,47% menjadi Rp 590.
ARA juga melanda saham PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) sebanyak 34,67% menjadi Rp 268, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) naik 25% menjadi Rp 390, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) naik 24,86% menjadi Rp 1.155, dan PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) naik 24,45% menjadi Rp 565. Meski tak ARA, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) juga melesat 22,73% menjadi Rp 2.700.
Sebaliknya lima saham dengan penurunan paling dalam, yaitu saham PEGE anjlok 14,48% menjadi Rp 124, CSMI turun 12,69% menjadi Rp 585, BLOG turun 10,56% menjadi Rp 720, EDGE melemah 10,34% menjadi Rp 4.640, dan FITT turun 9,77% menjadi Rp 240.
Baca Juga
Kurs Rupiah Menguat ke Rp 16.301 per Dolar AS Jelang Akhir Pekan
Kemarin, IHSG cetak lompatan sebanyak 95 poin (1,32%) menjadi 7.287 dengan nilai transaksi Rp 12,16 triliun. investor asing akhirnya berbalik merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 636,31 miliar, yaitu BMRI Rp 183,03 miliar, BBRI Rp 159 miliar, dan TLKM Rp 139,89 miliar.
Kenaikan sejalan lompatan saham sektor teknologi sebanyak 7,21% setelah saham DCII dan EDGE melesat. Selanjutnya saham sektor infrastruktur 2,54%, sektor transportasi 1,91%, sektor konsumer non primer 1,68%, sektor material dasar 1,02%, sektor keuangan 0,15%, dan sektor kesehatan 0,96%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor industry, property, dan energi.
Penguatan juga didorong kenaikan saham konglomerasi, yaitu auto reject atas (ARA) saham DCII sebanyak 19,99% menjadi Rp 223.250. Indeks juga didorong penguatan saham BRPT sebanyak 8,46% menjadi menjadi Rp 2.180. Sedangkan saham tercuan hingga auto reject atas (ARA), yaitu OKAS naik 34,46% menjadi Rp 199, PEGE sebanyak 34,26% menjadi Rp 145, dan MERI naik 25% menjadi Rp 565. ARA juga melanda saham NRCA sebanyak 24,43% menjadi Rp 815, FMII naik 24,84% menjadi Rp 392, dan DCII melesat 19,99% menjadi Rp 223.250.

