IHSG Diprediksi Menuju 5.400, Tiga Saham Dipimpin BBTN Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (23/10/2026), diproyeksikan lanjutkan penguatan mencoba level 5.400. Tiga saham BBTN, ANTM, dan INCO direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa perhatian pasar tertuju pada tindak lanjut reformasi pasar modal oleh BEI dan OJK, termasuk peningkatan transparansi kepemilikan saham serta rencana mengecualikan saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) dari perhitungan IHSG.
Baca Juga
Menteri HAM Natalius Minta Pemenuhan Hak Dasar Warga Jadi Prioritas
Pernyataan Presiden Prabowo mengenai respons Indonesia terhadap MSCI turut menjadi perhatian pasar. Meski reformasi berpotensi memperkuat kredibilitas pasar dalam jangka panjang, investor masih menantikan implementasi yang konkret untuk meredakan risiko capital outflow dan memulihkan kepercayaan terhadap pasar domestik.
“Secara teknikal, IHSG melanjutkan technical rebound dan mendekati resistance psikologis 5.400, dengan resistance lanjutan di 5.459. MACD masih berada di zona negatif dengan garis MACD di bawah signal line, sehingga momentum bearish belum sepenuhnya berakhir,” tulisnya.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.011-1.054, ANTM dengan target harga Rp 2.992-3.131, dan INCO dengan target harga Rp 3.885-4.156.
Baca Juga
Timah (TINS) Amankan Kredit Talangan DHE Rp 4 Triliun dari Bank Mandiri (BMRI)
Kemarin, IHSG ditutup menguat 59,55 poin (1,12%) menjadi 5.387 disertai dengan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,49 triliun. Net sell terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu BBCA senilai Rp 624,61 miliar, TLKM senilai Rp 332,23 miliar, dan BBRI mencapai Rp 257,92 miliar.
Penguatan IHSG ini ditopang atas kenaikan hampir seluruh sektor saham, seperti energi naik 1,88%, material dasar naik 0,94%, industry naik 0,36%, konsumer non primer naik 0,88%, konsumer primer menguat 0,60%, kesehatan naik 1,09%, keuangan menguat 1,25%, property naik 0,52%, infrastruktur naik 1,28%, dan transportasi naik 1,64%. Sebaliknya sektor teknologi turun 0,66%.
Kenaikan IHSG kali ini juga ditopang lompatan sejumlah saham big cap, seperti BREN naik 7,41% menjadi Rp 2.320, BBRI naik 3,20% menjadi Rp 2.900, BMRI naik 4,05% menjadi Rp 3.850, BBNI naik 4,92% menjadi Rp 3.410, AMMN naik 5,61% menjadi Rp 3.950. Sebaliknya saham BBCA alami penurunan.
