CIMB Group Bantah Isu soal Delisting Saham BNGA
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - CIMB Group Holdings Berhad membantah kabar mengenai rencana privatisasi saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) di tengah pemberitaan bahwa bank tersebut tengah mempertimbangkan opsi keluar dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Sehubungan dengan pemberitaan di media baru-baru ini, CIMB Group Holdings Berhad (CIMB Grup) dengan tegas membantah adanya rencana untuk melakukan privatisasi saham terhadap CIMB Niaga,” tulis manajemen dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id Kamis (22/10/2026).
Manajemen CIMB Group menyatakan, hingga saat ini pihaknya belum mengambil keputusan maupun mengajukan proposal formal terkait kemungkinan privatisasi saham CIMB Niaga.
CIMB Niaga tetap menjadi bagian integral dari jejak operasional regional Grup. Manajemen juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan kegiatan operasional di Indonesia.
Baca Juga
Geger Kabar Delisting BNGA, Bos CIMB Niaga Akhirnya Buka Suara
Selain itu, pihaknya menyatakan akan terus memenuhi seluruh ketentuan regulator yang berlaku, termasuk persyaratan minimum free float atau batas minimum kepemilikan saham publik, secara tepat waktu dan terstruktur.
Sebelumnya, Presiden Direktur BNGA Lani Darmawan merespons kabar bahwa perseroan tengah mempertimbangkan opsi delisting dari BEI. Lani mengatakan, perseroan masih mengkaji sejumlah opsi dengan tetap memperhatikan ketentuan regulator.
“Kami saat ini masih melakukan assessment (penilaian) terhadap beberapa opsi, dan komitmen kami untuk comply (mematuhi) dengan peraturan. Dan CIMB Niaga selalu berkonsultasi dengan Regulator,” kata Lani saat dihubungi investortrust.id melalui pesan singkat, Rabu (21/10/2026).
Baca Juga
CIMB Niaga Shares Surge 18.7% on Parent Group’s Delisting Speculation
Kabar mengenai kemungkinan privatisasi CIMB Niaga sebelumnya diberitakan media asal Malaysia, The Star. Mengutip catatan riset CIMB Investment Bank pada Rabu (21/10/2026), CIMB Group Holdings disebut tengah mempertimbangkan opsi untuk menjadikan CIMB Niaga sebagai perusahaan tertutup (go private).
Pertimbangan tersebut didasarkan pada pandangan bahwa valuasi saham BNGA masih tergolong rendah (undervalued), di tengah prospek jangka panjang Indonesia yang dinilai positif. CIMB Niaga juga dinilai memiliki kekuatan di sejumlah segmen bisnis, meliputi pengelolaan kekayaan (wealth management), perbankan korporasi (corporate banking), konektivitas ASEAN, layanan perbankan bagi nasabah kelas menengah atas (mass affluent banking), serta perbankan syariah.
CIMB Investment Bank menyebutkan terdapat tiga opsi yang dapat dipertimbangkan CIMB Group Holdings untuk memenuhi ketentuan porsi saham publik (free float) CIMB Niaga. Ketiga opsi tersebut adalah penempatan saham kepada investor strategis pada valuasi yang dapat diterima, penawaran umum perdana saham kembali (re-IPO), serta privatisasi.
Namun, re-IPO dinilai kurang memungkinkan dalam kondisi pasar saham Indonesia saat ini. Sementara itu, privatisasi disebut sebagai opsi yang paling strategis dan kredibel.
Berdasarkan data kepemilikan saham, CIMB Group Sdn Bhd menguasai 91,4452% saham BNGA atau sekitar 22,99 miliar saham.
Adapun kepemilikan masyarakat dalam bentuk nonwarkat tercatat sebesar 7,4333% atau sekitar 1,87 miliar saham. Sementara itu, kepemilikan masyarakat dalam bentuk warkat mencapai 1,0829% atau sekitar 272,25 juta saham.
