Geger Kabar Delisting BNGA, Bos CIMB Niaga Akhirnya Buka Suara
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) Lani Darmawan buka suara mengenai kabar induk usaha perseroan, CIMB Group Holdings, yang dikabarkan tengah mempertimbangkan opsi delisting atau menghapus pencatatan saham CIMB Niaga dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Lani mengatakan, CIMB Niaga masih melakukan penilaian terhadap sejumlah opsi dengan tetap memperhatikan ketentuan regulator. "Kami saat ini masih melakukan assessment (penilaian) terhadap beberapa opsi, dan komitmen kami untuk comply (mematuhi) dengan peraturan. Dan CIMB Niaga selalu berkonsultasi dengan Regulator," kata Lani saat dihubungi investortrust.id melalui pesan singkat, Rabu (21/10/2026).
Sebelumnya, media asal Malaysia, The Star, mengutip catatan riset CIMB Investment Bank pada Rabu (21/10/2026) yang menyebutkan bahwa CIMB Group Holdings tengah mempertimbangkan untuk menjadikan CIMB Niaga sebagai perusahaan tertutup (go private).
Baca Juga
Pertimbangan tersebut didasarkan pada pandangan bahwa valuasi saham BNGA masih tergolong rendah (undervalued), meskipun prospek jangka panjang Indonesia dinilai positif.
CIMB Niaga juga dinilai memiliki kekuatan di sejumlah segmen bisnis, meliputi pengelolaan kekayaan (wealth management), perbankan korporasi (corporate banking), konektivitas ASEAN, layanan perbankan bagi nasabah kelas menengah atas (mass affluent banking), serta perbankan syariah.
Dalam catatan riset tersebut, CIMB Investment Bank menyebutkan tiga opsi yang dapat dipertimbangkan CIMB Group Holdings untuk memenuhi ketentuan porsi saham publik (free float) CIMB Niaga. Ketiga opsi tersebut adalah penempatan saham kepada investor strategis pada valuasi yang dapat diterima, penawaran umum perdana saham kembali (re-IPO), serta privatisasi.
Baca Juga
Dorong Ekspansi Bisnis Korporasi, CIMB Niaga (BNGA) Perkuat Layanan Digital
Namun, re-IPO dinilai kurang memungkinkan dalam kondisi pasar saham Indonesia saat ini. Sementara itu, privatisasi dinilai sebagai opsi yang paling strategis dan kredibel. Berdasarkan data kepemilikan saham CIMB Niaga, CIMB Group Sdn Bhd menguasai 91,4452% saham BNGA atau sekitar 22,99 miliar saham.
Sementara itu, kepemilikan masyarakat dalam bentuk nonwarkat tercatat sebesar 7,4333% atau sekitar 1,87 miliar saham. Adapun kepemilikan masyarakat dalam bentuk warkat mencapai 1,0829% atau sekitar 272,25 juta saham.
Di tengah kabar mengenai potensi delisting tersebut, saham BNGA terpantau menguat Rp 175 (11,20%) menjadi Rp 1.725. Bahkan saham bank ini sempat mencetak level tertinggi hari ini Rp 1.935.
