Sukses Tekan Biaya Dana dan Kredit, Target Saham Bank CIMB (BNGA) Segini
JAKARTA, Investortrust.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) berhasil mempertahankan pertumbuhan laba bersih tetap mengesankan hingga Agustus 2023. Realisasi tersebut setara dengan 69% dari target Mandiri Sekuritas dan merefleksikan 67% dari perkiraan consensus analis.
BNGA berhasil mencetak lompatan laba bersih sebesar 31% dari Rp 3,20 triliun menjadi Rp 4,18 triliun hingga Agustus 2023. Lompatan tersebut setara dengan peningkatan pendapatan perseroan sebanyak 18% dari Rp 11,89 triliun pada semester I-2022 menjadi Rp 14,06 triliun pada semester I-2023.
Baca Juga
Analis Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat dan Boby Kristano Chandra mengatakan, pesatnya pertumbuhan laba bersih tersebut didukung stabilnya margin bunga bersih (NIM), peningkatan pendapatan non bunga, dan penurunan biaya kredit.
“BNGA memang tidak berhasil mencetak pertumbuhan kredit pada Agustus 2023, tetapi perseroan berhasil menekan biaya dana dan kredit. Hal ini berimbas terhadap laba bersih perseroan,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Terkait provisi, dia mengatakan, BNGA berhasil mencatatkan penurunan sebanyak 38% menjadi Rp 1,42 triliun hingga Agustus 2023. Hal ini memicu biaya kredit mencapai 1,1% hingga Agustus 2023. Angka tersebut lebih rendah dari target tahun ini berkisar 1,5-1,7%.
Baca Juga
IHSG Rebound Sesi I, Kenaikan Tertinggi Landa Lima Saham Ini
Berbagai faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BNGA dengan target harga Rp 2.300. Target tersebut mempertimbangkan keberhasilan perseroan menekan biaya dana dan kredit.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan perkiraan peningkatan laba bersih perseroan tahun ini bertumbuh menjadi Rp 6,08 triliun dan pendapatan bunga bersih mencapai Rp 13,93 triliun.
Dengan harga penutupan saham BNGA level Rp 1.690 per saham, potensi penguatan saham bank ini masih terbuka besar mencapai 36%.
