Investor Asing Masuk, Saham BBCA Diborong Rp 471 MIliar
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 70,71 miliar, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (21/10/2026), ditutup lanjutkan penguatan 49,47 poin (0,94%) menjadi 5.328.
Net sell terbanyak melanda saham BMRI senilai Rp 226,60 miliar, ANTM mencapai Rp 83,14 miliar, TLKM sebanyak Rp 71,86 miliar, BBRI sebanyak Rp 53,90 miliar, dan AADI mencapai Rp 51,92 miliar.
Sebaliknya lima saham berikut torehkan pembelian bersih (net buy), yaitu BBCA sebanyak Rp 471,21 miliar, CARE didominasi transaksi crossing Rp 377,56 miliar, BRMS senilai Rp 64,70 miliar, RLCO mencapai Rp 53,36 miliar, dan AMMN senilai Rp 37,14 miliar.
Baca Juga
Terkait penguatan indeks hari ini ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti kesehatan 3,35%, property 1,77%, infrastruktur 1,47%, konsumer primer 1,25%, konsumer non primer 1,44%, sektor energi 0,57%, sektor material dasar 0,60%, keuangan 0,71%, dan transportasi 0,17%.Sebaliknya industry turun 0,59% dan teknologi 1,12%.
Kenaikan indeks juga ditopang penguatan sejumlah saham big cap, seperti BREN, BBCA, TPIA, BRPT, ICBP, ITMG, dan GGRM. Saham ISAT, BNGA, dan DMAS juga catatkan kenaikan.
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat, yaitu saham STRK naik 34,31% menjadi Rp 137, SOLA naik 33,90% menjadi Rp 79, MKNT melambung 33,33% menjadi Rp 4, IPTV naik 26,32% menjadi Rp 24, SOHO naik 24,88% menjadi Rp 1.305, BUKK naik 24,84% menjadi Rp 980, CARE naik 24,83% menjadi Rp 372, dan TRUK naik hampir 20% menjadi Rp 6.025.
Kemarin, IHSG ditutup naik signifikan sebanyak 282,28 poin (5,65%) menjadi 5.278,28, namun pemodal asing masih agresif net sell senilai Rp 2,20 triliun. Net sell terbanyak melanda tiga saham bank papan atas berikut, yaitu BBCA senilai Rp 966,11 miliar, BBRI mencapai Rp 355,39 miliar, dan BMRI mencapai Rp 269,82 miliar.
Baca Juga
Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna: 2 Tahun Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri
Secara sectoral terjadi kenaikan pesat, saham sektor transportasi menguat 8,55%,sektor material dasar naik 6,62%, sektor property menguat 5,19%, sektor keuangan melesat 5,07%, sektor infrastruktur naik 5,60%, sektor energi naik 4,39%, sektor industry naik 4,56%, sektor konsumer non primer naik 4,20%, sektor teknologi naik 3,93%, sektor konsumer primer naik 2,66%, dan sektor kesehatan naik 2,25%.
Adapun saham dengan kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA) melanda saham ATLA naik 33,33% jadi Rp 24, TRUK naik 25% menjadi Rp 5.025, SHID naik 25% menjadi Rp 750, SOTS naik 25% menjadi Rp 650,dan PNSE naik 25% menjadi Rp 600.
ARA juga melanda saham CBRE dengan kenaikan 24,78% menjadi Rp 705, AGAR naik 24,71% menjadi Rp 1.590, ROCK naik 24,61% menjadi Rp 2.380, AKPI naik 24,44% menjadi Rp 560, SIPD naik 24,32% menjadi Rp 690, dan HATM naik 24,30% menjadi Rp 665. Meski tak ARA, saham BBSS, WMUU, SKBM naik lebih dari 23%.
